Dalam bisnis kopi, kata Abah Kurnia, perluasan pasar menjadi semakin penting ketika biaya bahan baku meningkat. Pelaku usaha yang hanya mengandalkan konsumen di lingkungan sekitar akan menghadapi persaingan lebih ketat dan margin keuntungan yang semakin tipis.
“Kalau pasar hanya di lingkungan sekitar, persaingan ketat dan keuntungan makin tipis. Ketika pasar dibuka lebih luas, peluang tumbuh lebih besar,” ujarnya.
Karena itu, ia mendorong pemerintah untuk memetakan potensi produk lokal sekaligus membuka akses menuju pasar baru, termasuk pasar antardaerah dan ekspor.
Baca Juga:Renovasi Stadion Kaliki Dilanjutkan, Aktivis dan KONI Desak Standar PSSICegah Risiko Gempa, Rapid Indonesia, Semut Tangsel, dan IEA Edukasi Siswa PKBM Binar
“Pemerintah harus membuka jalan selebar-lebarnya. Banyak hal yang belum terjangkau, padahal permintaan ada di luar sana,” pungkasnya. (Wit)
