Disarpusda Cimahi Perkuat Literasi Melalui Monev Perpustakaan Sekolah, Sosialisasi TKM-IPLM, dan Survei TKM

Disarpusda Cimahi Perkuat Literasi Melalui Monev Perpustakaan Sekolah, Sosialisasi TKM-IPLM, dan Survei TKM 20
Disarpusda Cimahi saat Tindak Lanjuti Monev Perpustakaan Sekolah dan Sosialisasi TKM-IPLM. (Foto: Mong/Jabar Ekspres)
0 Komentar

Menurut Rusli, Monev bukan sekadar mencari kekurangan. Hasil evaluasi justru harus menjadi pijakan untuk menentukan langkah perbaikan agar pengelolaan perpustakaan semakin baik.

“Monev bukan sekadar menilai atau melihat kekurangan perpustakaan sekolah. Yang lebih penting adalah bagaimana hasil Monev tersebut kita tindak lanjuti menjadi langkah perbaikan. Kita ingin setiap perpustakaan sekolah memiliki pengelolaan yang semakin baik, layanan yang semakin aktif, dan program yang memberikan manfaat nyata bagi peserta didik,” tuturnya.

Tak hanya soal pengelolaan perpustakaan, pemahaman mengenai Tingkat Kegemaran Membaca (TKM) dan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) juga menjadi bagian penting dalam kegiatan tersebut.

Baca Juga:Dongeng Sampai Bioskop, Cara Disarpusda Cimahi Bikin Anak Makin Dekat dengan BukuDari Reses dan Medsos, Begini Cara Fitriyani Dorong Literasi Politik Perempuan Gen Z Kota Cimahi

Rusli mengatakan, data dan indikator literasi dibutuhkan agar penyusunan program tidak sekadar berdasarkan asumsi, tetapi benar-benar menyesuaikan kondisi masyarakat.

“Kita tidak bisa hanya menjalankan program berdasarkan asumsi. Kita membutuhkan data dan indikator yang dapat menggambarkan kondisi literasi masyarakat. Karena itu, pemahaman terhadap TKM dan IPLM menjadi penting, termasuk bagaimana perpustakaan sekolah dapat mengambil peran dalam membangun budaya gemar membaca,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Disarpusda juga menyampaikan pelaksanaan Survei Tingkat Kegemaran Membaca (TKM) Masyarakat Kota Cimahi Tahun 2026 yang diselenggarakan Bidang Perpustakaan Disarpusda Kota Cimahi sebagai bagian dari kajian perpustakaan.

Survei TKM 2026 diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi sekaligus acuan untuk meningkatkan program pembudayaan kegemaran membaca dan pengembangan perpustakaan di Kota Cimahi.

Masyarakat yang berdomisili di Kota Cimahi dan berusia minimal 15 tahun juga diajak berpartisipasi sebagai responden. Pengisian kuesioner diharapkan dilakukan secara jujur dan objektif berdasarkan pengalaman masing-masing.

Survei dapat diakses melalui https://s.id/SurveyTKM2026

Partisipasi warga diharapkan mampu menghasilkan data yang lebih representatif mengenai kondisi kegemaran membaca masyarakat Kota Cimahi.

Kehadiran berbagai pegiat dan komunitas literasi dalam kegiatan ini sekaligus menegaskan bahwa membangun ekosistem literasi bukan pekerjaan satu pihak.

Baca Juga:Bioskop Mini di Perpustakaan Cimahi, Cara Baru Dongkrak Minat Literasi Generasi MudaPerpustakaan Kota Cimahi Buka Ruang Literasi Inklusif bagi Penyandang Disabilitas

ATPUSI, Dewan Literasi Kota Cimahi, Forum TBM, Komunitas Hayu Maca, sekolah, perpustakaan, hingga masyarakat memiliki peran masing-masing dalam menghadirkan ruang literasi yang lebih dekat dan relevan dengan kehidupan warga.

Gerakan literasi pun diharapkan tidak berhenti pada aktivitas membaca buku. Berbagai kegiatan kreatif, edukatif, hingga pemberdayaan masyarakat dapat menjadi bagian dari upaya memperluas budaya literasi di Kota Cimahi.

0 Komentar