Fauzan mengatakan, temuan tersebut menjadi bagian penting dalam evaluasi yang dilakukan selama masa suspensi. Pihaknya ingin memastikan makanan yang diberikan kepada penerima manfaat memenuhi standar keamanan pangan.
“Dengan adanya temuan tersebut, kami ingin memastikan tidak ada lagi makanan yang berisiko diberikan kepada penerima manfaat. Selama masa suspend, seluruh proses akan menjadi bahan evaluasi,” tegasnya.
Dalam laporan investigasi, dugaan awal perubahan pada protein hewani berkaitan dengan proses pemasakan yang hanya dilakukan satu kali. Kondisi tersebut diduga memungkinkan sebagian potongan belum matang secara maksimal. Namun, laporan tersebut belum menetapkan penyebab secara final.
Baca Juga:Belasan Siswa SDN Garuda Diduga Keracunan MBGTak Gunakan Beras Fortifikasi, Bulog Sebut MBG Manfaatkan Beras Premium
Fauzan menegaskan, pemeriksaan akan dilakukan secara menyeluruh sebelum dapur kembali beroperasi, mulai dari proses produksi hingga distribusi makanan.
“Kami akan periksa mulai dari proses produksi, pengolahan sampai distribusi sebelum dapur tersebut kembali beroperasi,” tandasnya. (Wit)
