Instruksi tersebut menjadi dasar jajaran kepolisian untuk memanfaatkan berbagai sumber daya yang dimiliki, termasuk kendaraan taktis water cannon, untuk mempercepat distribusi air ke wilayah yang membutuhkan.
Dengan pola tersebut, penanganan kekeringan tidak hanya dilakukan oleh satu unit atau satu fungsi kepolisian. Satuan di tingkat Polres hingga Polsek didorong untuk ikut mengidentifikasi wilayah yang mengalami krisis air dan memberikan pelayanan sesuai kemampuan yang dimiliki.
Polres Tasikmalaya juga terus memetakan wilayah rawan kekeringan untuk menentukan titik-titik yang membutuhkan distribusi air berikutnya.
Baca Juga:Tanpa Inez di Championship, Penabur Cirebon Temukan Senjata Baru Jelang Final DBL West JavaSempat Terancam Comeback, Fivers Singkirkan Trimulia dan Tembus Final DBL West Java
Di tengah kemarau yang belum juga berakhir, kendaraan water cannon pun untuk sementara meninggalkan fungsi yang selama ini melekat padanya. Bukan menyemprot massa, tetapi mengalirkan air untuk warga yang sedang kesulitan memenuhi kebutuhan paling dasar. (Hen)
