JABAR EKSPRES – Sekitar 20 lapak Pedagang Kaki Lima (PKL) di Jalan Ciumbuleuit ditertibkan, Rabu (30/9). Upaya itu sempat mendapat perlawanan dari para pedagang.
Bahkan, mereka juga menggelar aksi demo di lokasi Bundaran Jalan Ciumbuleuit jelang penertiban hingga membakar ban bekas untuk memblokade jalan. Setelah beberapa dialog, aksi itupun meredam.
Siti Aminah salah satu pedang mengaku ingin ada keadilan terkait proses itu. Mereka butuh kejelasan nasib terkait usahanya. “Sudah puluhan tahun jualan, harapan kami ada kompensasi,” tuturnya.
Baca Juga:150 PKL Kiaracondong Ditertibkan, Pemprov Jabar Siapkan 800 Kios untuk PedagangPuluhan PKL Depan Kantor Disdik Jawa Barat Digusur
Sementara itu Camat Cidadap Kota Bandung Maulana menjelaskan bahwa soal kompensasi ataupun relokasi pihaknya tidak bisa menjanjikan.
Hal itu, kata dia, karena arahan dari Wali Kota hanya berupa penertiban. “Relokasi dan kompensasi tidak ada,” tegasnya.
Maulana melanjutkan, Wali Kota sebenarnya cukup mendukung terkait keberlangsungan usaha masyarakat, seperti para pedagang ataupun UMKM. Namun yang jelas tidak sampai meninggalkan kebersihan dan keindahan kota.
“Datang bersih pulang bersih. Dan tidak ada yang menempel,” cetusnya.
Menurut Maulana, temuan yang ada di lokasi itu juga kian memprihatinkan. Misalnya selain bangunan yang nyaris permanent tapi ada juga MCK yang dibangun.
Mirisnya, MCK itu pembuangannya hanya mengalir ke gorong-gorong. Hal itu tentu menggangu kebersihan dan bisa berdampak buruk bagi kesehatan warga juga.
“Ini kan tidak baik, apalagi sekitar sini ada rumah sakit ada sekolah,” jelasnya. (son)
