Ia memastikan kendaraan tersebut dapat digunakan para siswa secara gratis, baik untuk perjalanan menuju dan pulang sekolah maupun kegiatan lain yang berkaitan dengan pendidikan.
“Tolong beritahukan kepada orang tua yang lain yang tidak hadir saat ini, bahwa pemberian mobil angkutan seluruhnya gratis. Jika kemudian hari ada oknum yang meminta biaya, segera laporkan,” tegasnya.
Bagi anak-anak Kampung Perlas, hadirnya mobil tersebut membuat perjalanan menuju sekolah memiliki cerita baru.
Baca Juga:Kemarau Tekan Produksi, Harga Sayuran Bandung Barat Merangkak NaikPemkab Bandung Barat Tambah Belanja Rp169 Miliar di APBD Perubahan 2026
Mereka tak lagi sepenuhnya bergantung pada getek untuk melintasi Waduk Saguling. Setidaknya, kini ada pilihan perjalanan yang lebih aman untuk mengantarkan mereka menuntut ilmu.
Jeje berharap, angkutan khusus tersebut dapat benar-benar dimanfaatkan dan menjadi solusi jangka panjang bagi keselamatan para siswa.
Dengan kendaraan itu, perjalanan sekolah yang selama ini identik dengan penyeberangan waduk perlahan berubah menjadi perjalanan yang lebih nyaman dan penuh harapan.
“Bagi anak-anak di Kampung Perlas, kendaraan itu bukan sekadar alat transportasi. Mobil tersebut menjadi sarana untuk membuka perjalanan menuju sekolah yang lebih aman, sekaligus menjaga semangat mereka untuk terus menuntut ilmu,” pungkasnya. (Wit)
