Dalam pelaksanaan selama satu hari tersebut, 222 teknisi dari 30 tim menuntaskan pekerjaan di 304 titik jaringan. Enam jenis pekerjaan dilakukan, meliputi pemasangan Lightning Arrester Jaring dan Protective Sleeve, pemeliharaan FCO Jaring, penggantian Lightning Arrester, penanganan konduktor terurai, hingga pemeliharaan Jumper Atas.
Joharifin menambahkan, kemampuan melakukan pemeliharaan tanpa padam menjadi semakin penting karena listrik telah menjadi bagian tak terpisahkan dari berbagai aktivitas masyarakat, mulai dari rumah tangga, pelayanan publik, pendidikan, hingga kegiatan usaha.
“Di sinilah nilai utama PDKB. Jaringan dapat tetap kami pelihara dan potensi gangguan dimitigasi, sementara pelanggan tetap menikmati pasokan listrik untuk menjalankan aktivitasnya. Semua dilakukan oleh personel dengan kompetensi khusus, prosedur kerja yang ketat, serta keselamatan sebagai prioritas utama,” tambah Joharifin.
Baca Juga:Menkomdigi Kunjungi Kantor Telin di Los Angeles, Dorong Ekosistem Digital Indonesia Go GlobalPerwakilan Jawa Barat Bersiap Menuju Nasional di #Cari_Aman Academy
Menurutnya, pencapaian tersebut menjadi momentum bagi PLN UID Jawa Barat untuk terus memperkuat kompetensi personel dan mengembangkan pola pemeliharaan jaringan yang semakin efektif.
“Rekor ini tentu menjadi kebanggaan, tetapi bukan tujuan akhir. Semangat yang kami bawa setelah pencapaian ini adalah bagaimana kompetensi dan kolaborasi yang sama terus diterjemahkan menjadi keandalan listrik dan pelayanan yang semakin baik bagi masyarakat,” tutup Joharifin.
