“Inklusi bukan hanya tentang memberikan ruang. Inklusi adalah ketika seseorang benar-benar merasa menjadi bagian dari ruang tersebut.”
Menurut Billy, keluarga Cerebral Palsy tidak seharusnya hanya dipandang dari sisi keterbatasan atau kebutuhan bantuan. Mereka adalah bagian dari masyarakat yang memiliki hak untuk berinteraksi, menikmati ruang publik, membangun relasi sosial, dan menciptakan pengalaman positif bersama keluarga lainnya.
Keluarga sebagai Titik Awal Kepedulian Sosial: Billy melihat bahwa membangun masyarakat yang kuat harus dimulai dari unit yang paling dekat dengan manusia, yaitu keluarga.
Baca Juga:Dua Tahun Berjuang Buka C1 Plano, Sengketa Pemilu 2024 Tasikmalaya Kini Masuk Babak Eksekusi PTUNKenal di Rinjani, Lanjut Naik Kerinci, Pasangan Ini Akhirnya Menikah
Keluarga merupakan tempat pertama seseorang mendapatkan rasa aman, kasih sayang, penerimaan, sekaligus dukungan untuk berkembang. Karena itu, ketika sebuah keluarga mendapatkan dukungan sosial yang memadai, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh satu individu, tetapi dapat berkembang menjadi kekuatan sosial di lingkungannya.
Dalam konteks keluarga Cerebral Palsy, perhatian terhadap anak juga perlu berjalan bersama dengan perhatian terhadap orang tua dan anggota keluarga lainnya. Anak membutuhkan pendampingan untuk berkembang, sementara orang tua membutuhkan ruang untuk tetap kuat, terhubung, dan merasa didukung.
Di sinilah kepedulian sosial menjadi lebih luas: bukan hanya membantu seseorang melewati masalah, tetapi membangun lingkungan yang membuat keluarga memiliki daya untuk menghadapi kehidupan.
Kepemimpinan Bukan Hanya Berbicara, tetapi Hadir. Bagi Billy, seorang pemimpin tidak cukup hanya memahami persoalan masyarakat dari laporan, angka, atau ruang diskusi. Pemimpin juga perlu turun, mendengar, dan memahami pengalaman masyarakat secara langsung.
Perspektif tersebut menempatkan kepemimpinan sebagai proses membangun hubungan antara kebijakan, manusia, dan kebutuhan nyata di lapangan.
Billy melihat bahwa persoalan sosial sering kali memiliki dimensi yang saling berhubungan. Ketika sebuah keluarga mengalami keterbatasan akses, tekanan psikologis, atau kurangnya ruang sosial, persoalannya tidak berhenti pada keluarga tersebut.
Dalam jangka panjang, hal itu berkaitan dengan kualitas kehidupan masyarakat, partisipasi sosial, dan kemampuan komunitas untuk saling mendukung.
