JABAR EKSPRES – Sengketa kepemilikan lahan SDN 2 Kertamulya, Desa Kertamulya, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), kembali memanas setelah muncul spanduk yang menyatakan tanah sekolah merupakan milik ahli waris.
Spanduk tersebut terpasang di salah satu sudut bangunan sekolah dan bertuliskan, “TANAH INI MILIK AHLI WARIS ALM. OMA SARIFUDIN”. Keberadaan spanduk itu menjadi perhatian karena lahan yang dipersoalkan masih digunakan sebagai tempat kegiatan belajar mengajar (KBM).
Lahan SDN 2 Kertamulya yang dipermasalahkan memiliki luas sekitar 507 meter persegi. Data yang berkaitan dengan lahan tersebut mencantumkan Persil SHM No. 03363/2016, NIB 1031080105221 dan SU 00575.
Baca Juga:Investor Dubai Kepincut Potensi Wisata Bandung BaratRatusan Warga Bandung Barat Bakal Tempati Hunian Lebih Layak
Persoalan kepemilikan lahan itu disebut bergulir sejak 2016. Hingga kini, belum terdapat penyelesaian akhir yang memberikan kepastian terhadap status lahan tersebut.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala SDN 2 Kertamulya, Komar, mengatakan pihak sekolah mengetahui adanya pemasangan spanduk setelah sejumlah guru menyaksikan langsung kedatangan pihak yang memasangnya.
“Spanduk itu dipasang sekitar pekan lalu. Waktu kejadian saya sedang berada di luar sekolah, sementara beberapa guru ada di lokasi dan melihat pemasangannya,” kata Komar saat dikonfirmasi, Selasa (22/9/2026).
Menurut Komar, keberadaan spanduk tersebut berkaitan dengan persoalan lahan yang hanya menyangkut SDN 2 Kertamulya. Sebab, di lokasi yang sama terdapat dua bangunan sekolah, yakni SDN 01 dan SDN 02 Kertamulya.
“Yang dipersoalkan memang lahan SDN 02. Untuk siapa yang memasang spanduk, apakah ahli waris langsung atau kuasa hukumnya, kami juga tidak mengetahui secara pasti,” ujarnya.
Komar mengaku belum mengetahui secara menyeluruh riwayat persoalan lahan tersebut. Ia baru sekitar tiga bulan ditugaskan sebagai Plt kepala sekolah dan saat ini menangani dua sekolah sekaligus.
“Karena saya baru tiga bulan menjabat, saya belum mengetahui secara detail bagaimana awal mula persoalan lahannya. Saya lebih fokus memastikan kegiatan sekolah tetap berjalan,” katanya.
Baca Juga:Imbas Kemarau Panjang, Produksi Ikan di Bandung Barat Anjlok 902 ToniCAR V23 Mejeng di GIIAS Bandung 2026, Bidik Konsumen Jawa Barat dengan SUV Listrik Bergaya Retro
Meski demikian, pihak sekolah mulai menyiapkan langkah alternatif apabila persoalan tersebut berkembang hingga terjadi penyegelan bangunan.
Komar mengatakan, siswa SDN 2 Kertamulya nantinya dapat dialihkan sementara ke SDN 01 Kertamulya yang berada tepat di sebelahnya. Sistem pembelajaran juga dapat diatur dengan pola dua sif.
