JABAR EKSPRES – SMA BPK Penabur Cirebon kembali menunjukkan dominasinya di Honda DBL with Kopi Good Day 2026 West Java-East. Sang juara bertahan berhasil mengamankan tiket ke partai final setelah melewati perlawanan sengit SMAK BPK Penabur Cirebon dengan kemenangan 54-48.
Laga perebutan tiket final yang berlangsung ketat itu nyaris menjadi kejutan bagi Penabur Cirebon. SMAK tampil percaya diri dan mampu membuat sang juara bertahan berada dalam posisi tertinggal.
SMAK bahkan menutup paruh pertama dengan keunggulan dua angka, 28-26. Tekanan tersebut berlanjut hingga kuarter ketiga. Penabur baru mampu menemukan momentum untuk membalikkan keadaan ketika pertandingan memasuki fase krusial.
Baca Juga:Niners Pastikan Tiket Final DBL West Java-East 2026, Penabur Cirebon TersingkirGPS Kembali ke Final, Widya Nurbaiti Buru Gelar Juara
Inez Angelina Welly menjadi salah satu pemain penting dalam kebangkitan Penabur. Tembakan tiga angka yang dilepaskannya berhasil mengubah jalannya pertandingan sekaligus memberikan energi baru bagi tim.
Drama kembali terjadi pada kuarter keempat. SMAK sempat mencetak tiga poin tanpa balas dan memangkas jarak menjadi 49-46. Penabur berada dalam tekanan, tetapi Inez kembali muncul pada momen penting.
Tembakan tiga angka Inez tepat sasaran dan membuat Penabur kembali menjauh menjadi 52-46. Setelah itu, Penabur mampu menjaga keunggulan hingga peluit akhir berbunyi.
Kemenangan tersebut disambut tangis haru para pemain Penabur Cirebon. Bukan sekadar kemenangan, hasil ini juga memastikan mereka kembali tampil di panggung final sekaligus melanjutkan perjalanan panjang mereka di DBL West Java-East.
Meski berhasil lolos, Penabur menyadari masih ada pekerjaan rumah yang harus diselesaikan sebelum pertandingan puncak. Racquell Fulgencia menyoroti sektor rebound, khususnya kemampuan melakukan box out.
“Sebenarnya ada beberapa hal yang perlu kita benahi. Kita masih kurang kuat di box out. Beberapa kali kecolongan sama lawan kita dari sana,” ujar Racquell.
Racquell mengaku sudah memperkirakan pertandingan melawan SMAK bakal berlangsung ketat. Penabur bahkan sempat berada dalam situasi sulit karena tertinggal cukup lama.
Baca Juga:Dulu Hanya Menonton dari Tribun, Kini Denzel Sidharta Tampil di DBL BandungDua Kali Nyaris Lolos, Akbal Sarengat Belum Mau Menyerah
“Dari awal lawan kita memang susah sih. Kita juga nggak seratus persen bisa menang. Bahkan, sempat ketinggalan dulu dan itu lumayan lama tertinggalnya,” katanya.
