Musim 2026 juga menjadi tahun kedua bagi Racquell tampil di Bandung Arena. Ia melihat persaingan di DBL West Java-East semakin kompetitif, terutama karena semakin banyak tim yang berusaha menghentikan laju Penabur Cirebon.
Karena itu, fokus menjadi modal penting yang ingin mereka bawa ke partai final.
“Jadi tantangan kita sih buat harus lebih fokus lagi. Apalagi kan di gim hari ini juga ada beberapa kesalahan yang nggak perlu kita buat. Semoga di final nanti bisa kita kurangi dan tampil seperti Penabur kayak biasanya,” tutur Racquell.
Racquell sendiri terang-terangan berharap bisa berjumpa dengan Baleendah di final.
Baca Juga:Niners Pastikan Tiket Final DBL West Java-East 2026, Penabur Cirebon TersingkirGPS Kembali ke Final, Widya Nurbaiti Buru Gelar Juara
“Pengin sih ketemu Baleendah ya hahahaha. Tapi, semoga siapa saja yang nanti jadi lawan kita bisa sama-sama kasih seratus persen di final,” tandasnya.
Final musim ini sekaligus menjadi penampilan ketujuh Penabur Cirebon di partai puncak DBL West Java-East sejak 2019. Dari enam final sebelumnya, mereka sukses mengoleksi lima gelar juara dan hanya gagal membawa pulang trofi pada musim 2021. Kini, Penabur tinggal menunggu siapa yang akan menjadi lawan mereka di partai puncak. Satu tiket final lainnya diperebutkan oleh Global Prestasi School Bandung dan SMAN 1 Baleendah. Partai final Honda DBL with Kopi Good Day 2026 West Java-East akan berlangsung, Rabu (23/9).
