Dari Rasa Penasaran hingga Jadi Andalan, Marshall Farez Menemukan Dirinya di Basket

Marshall Farez
Marshall Farez
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Bagi Marshall Farez, basket bukan olahraga yang sejak awal sudah ia pilih. Semuanya bermula dari rasa penasaran sederhana terhadap sebuah bola yang memantul di lapangan. Kini, rasa penasaran itu telah membawanya menjadi salah satu pemain penting SMAN 2 Bandung di Honda DBL with Kopi Good Day 2026 West Java-East.

Sejauh ini, Marshall selalu mampu mencetak dua digit angka setiap kali tampil di Bandung Arena. Performa terbarunya hadir saat SMAN 2 Bandung menghadapi SMA BPK Penabur Bandung dalam perebutan tiket Fantastic Four.

SMAN 2 Bandung berhasil menang dengan skor 45-21. Marshall menjadi pencetak angka terbanyak untuk timnya dengan torehan 15 poin dan tujuh rebound. Ia juga mencatatkan tiga tembakan masuk dari tujuh percobaan tripoin.

Baca Juga:Green Forest Resort & Wedding Hadirkan Flash Sale September, Deluxe Room Mulai Rp700 Ribu99 Mahasiswa Tasikmalaya Dapat Beasiswa Baznas, Bupati: Kelak Jadi Pemberi Manfaat

Menariknya, perjalanan Marshall di dunia basket justru bermula ketika dirinya masih serius menekuni renang. Setiap pekan, ia rutin menjalani latihan renang. Namun, lokasi latihan tersebut ternyata menjadi tempat awal tumbuhnya ketertarikan Marshall terhadap basket.

Tempat latihan renangnya berada tepat di samping lapangan basket. Suatu ketika, perhatian Marshall tertuju pada sebuah bola yang memantul di lapangan.

“Jadi tempat aku latihan renang itu sampingnya ada lapangan basket. Terus aku nggak sengaja lihat ada bola yang mantul kan. Kayak kepo aja kok bisa gitu ya,” ujarnya.

Rasa penasaran tersebut perlahan berubah menjadi ketertarikan. Marshall mulai mencoba memainkan basket hingga akhirnya olahraga tersebut mengambil alih perhatiannya. Ia kemudian meminta dukungan orang tua untuk bergabung dengan klub basket. Respons yang diberikan pun positif.

“Orang tua aku langsung support sih ya. Kayak aku bilang mau masuk klub aja biar makin serius. Langsung tuh mereka daftarin aku. Eh, keterusan sampai sekarang,” tuturnya.

Perjalanan Marshall tentu tidak selalu berjalan mulus. Dalam proses mengembangkan kemampuannya, ia pernah menerima komentar negatif mengenai penampilannya sebagai pemain basket.

Alih-alih membuatnya berhenti, komentar tersebut justru menjadi pemicu bagi Marshall untuk berlatih lebih keras.

Baca Juga:Bakar Sampah Berujung Petaka, Lahan di Lingkar Gentong Tasikmalaya TerbakarJaga Ketahanan Pangan, Ahmad Luthfi Perketat Perlindungan Lahan Sawah di Jateng

“Tahun lalu itu aku sempat dapat hate comment. Dibilang kalau aku nggak bisa apa-apa. Terlalu overweight gitu. Wah, itu aku panas tapi bukan yang nggak terima gitu,” kenangnya.

0 Komentar