Sementara itu, melalui Direktorat Jenderal Migas Kementerian ESDM, pemerintah telah membangun 4.000 SR jargas di Gresik sejak 2022.
Di Sidoarjo, pembangunan jargas telah mencapai 29.961 SR sejak 2010. Dalam pengelolaannya, pemerintah menugaskan PGN sebagai operator.
Direktur Infrastruktur dan Teknologi PGN Hery Murahmanta mengatakan, PGN mendukung pengembangan jargas di Gresik, Sidoarjo, dan sejumlah wilayah lainnya.
Baca Juga:245 Lulusan Perguruan Tinggi Tasikmalaya Dilepas Magang Nasional, Bukan Sekadar Pegang IjazahFakta! Ternyata Gubernur Sherly Tjoanda – Ahmad Luthfi Sering Duduk Berdampingan
“PGN menyambut baik perhatian dan dukungan pemerintah terhadap pengembangan jargas di Gresik, Sidoarjo serta wilayah lainnya. Sebagai Subholding Gas Pertamina, PGN terus mendukung pengembangan dan pengelolaan infrastruktur jaringan gas bumi untuk segmen rumah tangga & pelanggan kecil, khususnya atas jaringan gas yang bersumber dari Pemerintah melalui skema APBN,” ujar Hery.
Ia menambahkan, PGN siap mendukung pengelolaan jargas berdasarkan penugasan pemerintah sesuai dengan peran, mekanisme, dan ketentuan yang berlaku.
PGN selama ini memiliki pengalaman dalam pengoperasian dan pemeliharaan infrastruktur gas bumi, termasuk aspek integritas aset, keselamatan jaringan, pengelolaan pelanggan, serta pelayanan gas bumi kepada masyarakat.
Secara nasional, PGN menyebut telah melayani lebih dari 820 ribu pelanggan rumah tangga.
Selain jaringan pipa, PGN juga mengembangkan pemanfaatan gas bumi melalui skema beyond pipeline, termasuk Compressed Natural Gas (CNG), untuk menjangkau wilayah yang belum dapat dilayani jaringan pipa.
Pemerintah selanjutnya akan memperluas program jargas di berbagai wilayah. Sinergi pemerintah dan pemangku kepentingan diharapkan dapat meningkatkan akses masyarakat terhadap gas bumi sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan energi domestik.
