Produksi Padi dan Cabai Bogor Meningkat dalam Demplot Aplikasi Pupuk Hayati ExtraGen

Panen Raya
Produksi padi di sejumlah wilayah Kabupaten Bogor meningkat hingga mencapai 9 ton per hektare. 
0 Komentar

BOGOR — Produksi padi di sejumlah wilayah Kabupaten Bogor meningkat hingga mencapai 9 ton per hektare dalam panen raya demplot yang menggunakan pupuk hayati cair ExtraGen. Pada komoditas cabai, petani juga melaporkan peningkatan hasil panen setelah menerapkan pupuk hayati tersebut.

Panen raya demplot padi dan cabai tersebut berlangsung di Kecamatan Ciawi, Cijeruk, Ciomas, dan Cibungbulang pada 18–19 September 2026.

Di Kecamatan Ciawi, Ketua Kelompok Tani (Poktan) Kharisma Tani, Kampung Cibolang, Desa Banjarwangi, Kamaludin, mengatakan produksi padi yang biasanya berada pada kisaran 7–8 ton per hektare meningkat hingga 9 ton per hektare berdasarkan hasil ubinan.

Baca Juga:USB YPKP Sambut 894 Maba, Perkuat Karakter dan Green CampusMira Widyawati: Hak Korban Selamat KMP Virgo Transport 8 Jangan Diabaikan

“Alhamdulillah, hasilnya sudah terlihat. Dari hasil ubinan yang kami timbang mencapai 9 ton. Biasanya hanya 7 ton, maksimal 8 ton per hektare,” kata Kamaludin saat panen raya, Jumat (18/9/2026).

Menurut Kamaludin, peningkatan produksi tersebut terjadi setelah kelompok taninya menggunakan pupuk hayati organik cair ExtraGen yang diperoleh melalui bantuan Dinas Pertanian Kabupaten Bogor.

Ia mengatakan petani juga mendapat pendampingan mengenai cara penggunaan pupuk tersebut sehingga dapat diterapkan dalam budidaya padi.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada dinas yang memberikan bantuan pupuk ExtraGen ini. Kami juga dibantu cara penggunaannya dan kami praktikkan. Hasilnya benar-benar terlihat,” ujarnya.

Selain peningkatan produksi, Kamaludin menyebut penggunaan pupuk tersebut membuat perawatan tanaman lebih mudah dan tanaman dinilai lebih tahan terhadap serangan hama.

“Aplikasinya mudah dan pupuk organik ini juga baik untuk kesuburan tanah,” katanya.

Kamaludin berharap dukungan pemerintah terhadap petani terus diperkuat, termasuk melalui bantuan sarana produksi dan pendampingan yang dapat membantu meningkatkan produktivitas pertanian.

Baca Juga:SMA Negeri 1 Nagreg Bergerak Serentak Sambut World Clean Up DayLagi, BPJS Ketenagakerjaan Bojongsoang Kolaborasi Bersama Mitra Shopee

Ia juga mendorong petani mulai mempertimbangkan penggunaan pupuk hayati organik sebagai bagian dari upaya menjaga kesuburan tanah sekaligus meningkatkan produktivitas.

Panen Cabai Mencapai 450 Kilogram

Sementara itu, peningkatan hasil juga dilaporkan petani cabai di Kecamatan Cijeruk. Ketua Kelompok Tani Mukti Pasir Kirainah, Desa Tanjungsari, Kecamatan Cijeruk, Sujana, membudidayakan cabai keriting di lahan seluas sekitar 4.000 meter persegi. Ia mengatakan penggunaan pupuk hayati organik cair ExtraGen membantu pertumbuhan tanaman dan meningkatkan hasil panen.

0 Komentar