KDKMP Diminta Jadi Etalase Produk UMKM Lokal di Desa

KDMP
Ilustrasi KDMP harus utamakan produk UMKM lokal. (Foto: ANTARA)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono meminta Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) mengutamakan produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal dalam kegiatan usahanya.

Menurut Ferry, keberadaan KDKMP di berbagai desa dan kelurahan tidak hanya ditujukan untuk memperkuat distribusi barang kebutuhan masyarakat, tetapi juga harus mampu membuka ruang yang lebih besar bagi produk-produk yang dihasilkan pelaku UMKM setempat.

Ia mengatakan pembangunan KDKMP saat ini telah mencapai sekitar 23.000 koperasi yang tersebar di berbagai desa dan kelurahan di Indonesia. Pemerintah menargetkan pembangunan fisik, termasuk bangunan, gudang, serta berbagai perlengkapannya, dapat mencapai 30.000 koperasi hingga akhir tahun.

Baca Juga:DJP Catat Penerimaan Pajak Tembus Rp11,2 Triliun, PMSE Jadi Kontributor TerbesarKemenangan Smansa Baleendah dan Pita Hitam untuk Mengenang Pak Sunsun

“Insya Allah tahun ini kita bisa menyelesaikan pembangunan bangunan fisik, gudang, dan alat kelengkapannya sebanyak 30 ribu, sesuai dengan arahan Bapak Presiden,” Kata Fery.

Ferry menjelaskan, program KDKMP kini mulai memasuki tahap operasional setelah pemerintah menerbitkan Peraturan Presiden mengenai tata kelola dan operasional KDKMP.

Sejumlah manajer koperasi yang telah direkrut juga telah mendapatkan pelatihan dan dipersiapkan untuk ditempatkan di masing-masing KDKMP. Sementara itu, proses verifikasi dan validasi masih berlangsung, termasuk persiapan serah terima bangunan, gudang, dan perlengkapan kepada pemerintah desa untuk selanjutnya menjadi aset desa.

“Tahap operasional ini menjadi tahap yang penting supaya semuanya berjalan lancar dan KDKMP bisa memberikan manfaat sebesar-besarnya kepada anggota koperasi maupun masyarakat,” ungkapnya.

Selain menjadi wadah kegiatan ekonomi masyarakat, salah satu fungsi KDKMP adalah menyalurkan sejumlah barang subsidi secara langsung kepada masyarakat di tingkat desa dan kelurahan.

Komoditas yang disalurkan antara lain beras dan minyak goreng dari Bulog, LPG 3 kilogram dari PT Pertamina Patra Niaga, pupuk dari PT Pupuk Indonesia, serta beras SPHP.

Pemerintah berharap keberadaan koperasi di tingkat desa dapat memperpendek rantai distribusi sehingga masyarakat yang berhak memperoleh barang subsidi dengan harga yang lebih terjangkau.

Baca Juga:Empat Wajah Indonesia di Panggung AQUA DBL Dance West Java-EastBukan Sekadar Mengejar Gelar, Coach Eva Siapkan Generasi Baru GPS Bandung

Di sisi lain, dengan mengutamakan produk UMKM lokal, KDKMP diharapkan tidak hanya berperan sebagai saluran distribusi, tetapi juga menjadi pasar bagi produk masyarakat setempat. Dengan demikian, aktivitas koperasi dapat ikut mendorong perputaran ekonomi dan memperluas akses pasar bagi pelaku UMKM di desa dan kelurahan.

0 Komentar