Bukan Sekadar Mengejar Gelar, Coach Eva Siapkan Generasi Baru GPS Bandung

Bukan Sekadar Mengejar Gelar, Coach Eva Siapkan Generasi Baru GPS Bandung
Coach Eva Siapkan Generasi Baru GPS Bandung
0 Komentar

“Tentunya saya berterima kasih banget ya karena mendapat kesempatan untuk belajar dan menimba ilmu di kamp kemarin. Itu jadi salah satu pengalaman terbaik saya sih,” lanjutnya.

Kehadiran banyak pemain muda membuat Coach Eva tidak bisa hanya berorientasi pada hasil musim ini. Ada pemain yang harus disiapkan untuk mengambil peran lebih besar pada musim depan. Ada pula pemain kelas X yang masih memiliki waktu dua hingga tiga tahun untuk berkembang bersama GPS. Karena itu, proses pembinaan menjadi bagian penting dari perjalanan tim.

“Secara nggak langsung memang saya mempersiapkan mereka bukan untuk tahun ini saja. Saya mulai mempersiapkan mereka untuk tahun depan dan dua tahun lagi. Berkelanjutan,” terangnya.

Baca Juga:Tiga Wajah Indonesia di Panggung AQUA DBL Dance West Java-EastTak Pernah Jadi Pemain DBL, Coach Azka Kini Menikmati Atmosfernya dari Pinggir Lapangan

Pola pembinaan seperti itu tentu membutuhkan dukungan dari berbagai pihak. Beruntung, Coach Eva menyebut sekolah memberikan dukungan terhadap perkembangan tim basket sekaligus prestasi nonakademik para siswanya.

“Kebetulan lagi sekolah sangat mendukung apa yang dilakukan sama tim basket GPS ini. Dan memang sekolah juga mendukung para siswanya ini untuk bisa berprestasi di bidang nonakademik,” ucapnya.

Dukungan tersebut menjadi modal penting bagi Coach Eva untuk menjalankan proses regenerasi. Sebab, membentuk tim dengan mayoritas pemain muda bukan perkara instan.

Tantangan berikutnya datang dari karakter pemain. Berhadapan dengan remaja membuat Coach Eva harus memahami bahwa setiap pemain memiliki cara belajar, karakter, dan kebutuhan yang berbeda. Pendekatan yang berhasil diterapkan kepada pemain senior belum tentu cocok untuk pemain yang baru menginjak kelas X.

“Pastinya susah ya. Ada beberapa pendekatan yang harus kita terapkan. Apalagi yang kita latih itu anak-anak remaja. Kita harus memahami karakter dan gaya mereka juga kan,” imbuhnya.

Di sinilah peran Coach Eva tidak hanya sebagai pelatih yang memberikan instruksi di lapangan. Ia juga perlu memahami proses tumbuh para pemainnya. Musim ini menjadi kesempatan bagi pemain-pemain muda GPS untuk belajar mengambil tanggung jawab yang sebelumnya dipegang generasi senior.

Sejauh ini, proses tersebut berjalan positif. Pada pertandingan melawan Cahaya Bangsa Classical School, GPS Bandung tampil dominan dan mengamankan kemenangan 53-13. Seluruh pemain GPS bahkan berhasil mencatatkan namanya di papan skor.

0 Komentar