JABAR EKSPRES – Pembangunan Underpass Gatot Subroto Cimahi ditargetkan rampung pada Desember 2026. Pemerintah Kota Cimahi memastikan pengerjaan proyek tersebut terus dikebut agar target penyelesaian pada akhir tahun bisa tercapai.
Wali Kota Cimahi Ngatiyana mengatakan, target penyelesaian Underpass Gatot Subroto Cimahi ditetapkan pada akhir Desember 2026. Untuk mengejar target tersebut, persiapan mulai dilakukan, termasuk penambahan tenaga dan pengaturan waktu kerja.
“Target kita akhir Desember selesai. Makanya kita persiapkan tenaganya, jumlah personel, maupun waktu. Kalau kurang waktu, malam hari kita bekerja,” ujar Ngatiyana, Rabu (16/9/2026).
Baca Juga:Jawa Tengah Jadi Tujuan Investasi Global, Investor Dubai Incar Proyek Mini Refinery Senilai Rp5 TriliunBangka Sepeda Perluas Usaha, Buka Store Kedua di Kota Bandung
Menurut Ngatiyana, pembangunan Underpass Gatot Subroto Cimahi merupakan bagian dari program Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Sementara itu, Jalan Gatot Subroto sendiri merupakan jalan berstatus jalan provinsi yang berada di wilayah Kota Cimahi.
Karena itu, pembangunan Underpass Gatot Subroto Cimahi dilakukan melalui kolaborasi antara Pemerintah Kota Cimahi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Pemkot Cimahi, kata Ngatiyana, turut menerima manfaat dari dukungan pembangunan tersebut untuk meningkatkan kepentingan masyarakat.
“Kami sebagai Pemerintah Kota Cimahi menerima manfaat daripada bantuan dari Bapak Gubernur untuk Kota Cimahi, yaitu pembangunan underpass. Makanya kita jaga, kita amankan, kita selamatkan, mari bersama-sama untuk kepentingan kita bersama,” tuturnya.
Di tengah pembangunan Underpass Gatot Subroto Cimahi, keberadaan sejumlah bangunan dan unsur bersejarah di sekitar lokasi juga menjadi perhatian. Ngatiyana menyebut terdapat sebuah gardu yang masuk dalam kawasan cagar budaya, serta pohon berusia tua yang telah ada sejak zaman Belanda.
Untuk menjaga keberadaan heritage tersebut, pembangunan Underpass Gatot Subroto Cimahi tidak dilakukan dengan merusak gardu bersejarah. Gardu tersebut akan dialihkan atau digeser ke lokasi yang telah disiapkan, dengan tetap mempertahankan bentuk aslinya.
“Juga gardu yang merupakan cagar budaya dan itu tidak dirusak, tapi kita alihkan atau kita geser, sehingga tidak mengurangi bentuk daripada cagar budaya tersebut,” kata Ngatiyana.
Terkait potensi dampak pembangunan Underpass Gatot Subroto Cimahi terhadap bangunan heritage lainnya, Ngatiyana menegaskan hanya gardu tersebut yang terdampak langsung. Sementara bangunan bersejarah lainnya dipastikan tidak terkena dampak pembangunan.
