“Kerja sama lintas jenjang pendidikan ini menjadi bukti nyata bahwa guru tidak hanya mendidik di ruang kelas, tetapi juga hadir membantu masyarakat yang tertimpa musibah,” kata Encang.
Proses penyaluran dilakukan secara transparan dengan melibatkan lembaga zakat nasional resmi. Dompet Sosial Al Kautsar bersama IZI memastikan setiap rupiah yang disalurkan tercatat dan terdistribusi sesuai kebutuhan pengungsi.
Koordinasi dengan relawan lapangan terus dilakukan untuk memantau perkembangan kondisi di NTT, terutama di wilayah yang masih terisolasi akibat kerusakan infrastruktur.
Baca Juga:PGRI Kota Banjar Luncurkan Koperasi untuk Selamatkan Guru dari Jeratan RentenirKetua PGRI Kota Banjar Imbau Guru Bijak Kelola Keuangan, Hindari Pinjol dan Judol!
Encang berharap bantuan yang disalurkan dapat meringankan beban para korban gempa NTT. Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat Kota Banjar untuk terus mendoakan dan mendukung proses pemulihan pascabencana.
Menurutnya, solidaritas yang ditunjukkan para guru dan siswa di Kota Banjar menjadi contoh nyata kepedulian sosial yang perlu ditiru.
“Semoga penghimpunan dan penyaluran bantuan ini menjadi jalan keberkahan bagi PGRI Kota Banjar khususnya dan warga masyarakat Kota Banjar pada umumnya, serta apa yang kita berikan dapat meringankan beban dan bermanfaat bagi saudara-saudara kita di NTT,” pungkas Encang Zaenal Mutakin. (CEP)
