“Saya berharap sertifikat jangan hanya dijadikan sebagai dokumen pelengkap, yang paling penting adalah kompetensinya,” ujar Ngatiyana.
Ia meminta seluruh peserta pelatihan Green Jobs tidak berhenti belajar setelah kegiatan berakhir. Pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh diharapkan dapat langsung diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama untuk mendukung pengelolaan sampah di lingkungan masing-masing.
Ngatiyana juga mendorong peserta menjadikan keterampilan mengolah sampah dan membudidayakan maggot BSF sebagai modal untuk meningkatkan daya saing, baik ketika mencari pekerjaan maupun saat mengembangkan usaha secara mandiri.
Baca Juga:Kontainer Sampah Rusak Berat, Anggaran BBM Operasional Terancam LumpuhPansus Raperda Lingkungan Hidup Cermati Offtaker Hasil Olah Sampah
Dalam kegiatan tersebut, Pemerintah Kota Cimahi mengirimkan 80 peserta yang terbagi dalam lima angkatan. Rinciannya, tiga angkatan mengikuti pelatihan pengelolaan sampah organik, sedangkan dua angkatan lainnya mengikuti pelatihan pembudidayaan maggot BSF.
“Saya minta seluruh peserta mengikuti pelatihan secara sungguh-sungguh, disiplin, dan penuh semangat,” tegas Ngatiyana.
Ia juga mengingatkan agar hasil pelatihan Green Jobs tidak berhenti pada sertifikat. Peserta diminta menerapkan ilmu yang diperoleh di lingkungan masing-masing dan, bila memungkinkan, mengembangkannya menjadi peluang usaha berbasis pengelolaan sampah.
“Kita ingin pelatihan ini menghasilkan dampak nyata, sampah berkurang, lingkungan lebih baik, dan masyarakat semakin produktif,” pungkasnya.
