JABAR EKSPRES – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bakal mengevaluasi anggaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut. Evaluasi tersebut dilakukan menyusul minimnya alokasi anggaran untuk pembangunan infrastruktur.
Langkah tersebut bukan tanpa alasan. Dedi Mulyadi mengaku kerap menerima aduan dan keluhan dari warga Garut terkait kondisi infrastruktur yang dinilai memprihatinkan.
Karena itu, Senin (14/9), Dedi dijadwalkan berdialog dengan sejumlah pejabat Pemkab Garut. Pertemuan tersebut bertujuan membuka ruang fiskal untuk meningkatkan anggaran pembangunan infrastruktur.
Baca Juga:Vokalis Emka 9 Kanaya Whu Berpulang, Gubernur KDM Langsung Meluncur ke TasikmalayaTasik Jadi Kabupaten Pramuka, Bupati Cecep: Jangan Cuma Gagah di Seragam
“Hari ini Pemprov Jabar akan bertemu dengan Pemda Kabupaten Garut, yaitu Bupati, Sekretaris Daerah atau Ketua TAPD, dan seluruh jajaran,” katanya.
Dedi melanjutkan, terdapat sejumlah hal penting yang akan dibahas dalam pertemuan tersebut. Salah satunya mengenai beberapa pos belanja daerah.
Di antaranya, belanja barang yang diserahkan senilai Rp148 miliar, belanja hibah Rp68,7 miliar, belanja hibah barang Rp42,5 miliar, belanja bantuan beasiswa Rp13,1 miliar, serta belanja makan dan minum Rp28,1 miliar.
Sejumlah pos anggaran dengan total mencapai sekitar Rp297,4 miliar tersebut akan dievaluasi.
Dedi memahami bahwa pos-pos anggaran tersebut pada dasarnya memiliki tujuan yang baik.
Namun, menurutnya, kebutuhan pembangunan infrastruktur di Garut semestinya dapat menjadi salah satu prioritas.
“Itu bisa jadi catatan belanja yang relatif baik, tetapi akan kami dalami untuk diskusikan mana yang prioritas, mana yang tidak prioritas, sehingga bisa ditemukan angka untuk membangun infrastruktur,” jelasnya. (son)
