Menyesuaikan Pola Makan
Pola makan dapat menjadi bagian dari penanganan penyakit ginjal. Namun, kebutuhan setiap pasien berbeda.
Dokter atau ahli gizi dapat membantu menentukan kebutuhan garam, protein, kalium, fosfor dan cairan berdasarkan kondisi ginjal serta hasil pemeriksaan.
Karena itu, penderita penyakit ginjal sebaiknya tidak melakukan pembatasan makanan atau minuman secara ekstrem tanpa mendapatkan arahan tenaga kesehatan.
Baca Juga:Seleksi Guru SILN 2026 Segera Dibuka, Guru Bisa Mengajar di 9 Negara iniFoto 80-an Lagi Viral, Begini Cara Editnya Lewat ChatGPT
Pembatasan protein, kalium, fosfor maupun cairan biasanya disesuaikan dengan stadium penyakit dan kondisi masing-masing pasien.
Mengonsumsi Obat Sesuai Resep Dokter
Dokter dapat memberikan obat untuk mengendalikan tekanan darah, mengurangi albumin dalam urine, menangani anemia maupun mengatasi komplikasi tertentu.
Pada kondisi tertentu, obat golongan ACE inhibitor atau ARB dapat digunakan untuk membantu melindungi fungsi ginjal dan memperlambat perkembangan penyakit, terutama pada pasien dengan albuminuria.
Sebaliknya, jangan sembarangan mengonsumsi obat maupun suplemen tanpa berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.
Obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID), seperti ibuprofen dan naproxen, dapat meningkatkan risiko gangguan ginjal pada kondisi tertentu, terutama jika digunakan tanpa pengawasan atau oleh orang yang sudah memiliki faktor risiko.
Dialisis atau Transplantasi pada Gagal Ginjal
Jika fungsi ginjal mengalami penurunan yang sangat berat hingga mencapai gagal ginjal, terapi pengganti fungsi ginjal dapat diperlukan.
Beberapa pilihannya adalah hemodialisis, dialisis peritoneal, dan transplantasi ginjal.
Namun, gagal ginjal tidak berarti seseorang secara otomatis harus menjalani dialisis saat itu juga.
Baca Juga:Jangan Kaget, 4 Pekerjaan Ini Disebut Bikin Pengajuan KPR Lebih Sulit DisetujuiBansos Beras 30 Kg Tahap 2 Mulai Disalurkan, Cek Penerima dan Cara Mengambilnya
Keputusan mengenai terapi ditentukan berdasarkan fungsi ginjal, gejala, komplikasi, kondisi kesehatan secara keseluruhan serta hasil evaluasi tim medis.
Jangan Abaikan Gejala dan Faktor Risiko
Memahami ciri ciri ginjal bermasalah dapat membantu seseorang lebih peka terhadap perubahan pada tubuh.
Namun, jangan menjadikan gejala sebagai dasar untuk mendiagnosis diri sendiri.
Jika keluhan menetap, semakin berat atau muncul bersamaan dengan beberapa gejala lain, sebaiknya lakukan pemeriksaan medis.
Hal yang sama berlaku bagi orang yang memiliki faktor risiko seperti diabetes dan tekanan darah tinggi.
Pemeriksaan secara berkala dapat membantu mendeteksi gangguan ginjal lebih awal, bahkan ketika belum muncul gejala.
