ASN dan peserta didik juga didorong menggunakan seragam Pramuka setiap 14 Agustus sebagai bagian dari upaya membangun kebersamaan dan keteladanan.Namun, lagi-lagi, bagi Cecep simbol tersebut bukan tujuan akhir.
Yang jauh lebih penting adalah bagaimana nilai-nilai Pramuka diterjemahkan menjadi aksi yang dirasakan masyarakat.
“Sebagai Ketua Majelis Pembimbing Cabang, kita akan mendorong agar program-program kepramukaan di tingkat desa dapat berjalan selaras dengan arah kebijakan dan pembangunan daerah,” ujarnya.
Baca Juga:APBD Perubahan Tasik Disepakati, Tambahan Fiskal Didorong ke Infrastruktur PublikTrinitas Bandung Targetkan Final DBL West Java-East, Perbaiki Titik Lemah Musim Lalu
Dengan konsep tersebut, Pramuka di Kabupaten Tasikmalaya diarahkan menjadi salah satu kekuatan sosial yang membantu pemerintah menghadapi berbagai persoalan daerah.
Gerakan Pramuka diharapkan hadir ketika terjadi bencana, ikut menjaga lingkungan, menggerakkan gotong royong, mendorong pemberdayaan ekonomi, sekaligus membantu memperkenalkan potensi daerah melalui teknologi informasi dan media digital.
Momentum peresmian Kabupaten Pramuka pun diharapkan menjadi titik awal perubahan orientasi.Bukan sekadar seragam yang dipakai, tugu yang dibangun, atau upacara yang digelar, tetapi gerakan yang benar-benar bekerja dan memberi manfaat.
“Momentum ini harus menjadi titik awal untuk memperkuat peran dan kontribusi gerakan Pramuka dalam pembangunan daerah dan pembangunan bangsa,” pungkas Cecep. (Hen)
