Perempuan 66 Tahun Tewas Tertemper KA Sangkuriang di Langensari

Perempuan 66 Tahun Tewas Tertemper KA Sangkuriang di Langensari
Polisi saat mengevakuasi korban yang tertemper kereta api di Langensari Kota Banjar, Senin (7/9/2026) malam. (Istimewa/humas polres Banjar)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Peristiwa tragis terjadi di jalur perlintasan kereta api di Kelurahan Bojongkantong, Kecamatan Langensari, Kota Banjar. Seorang perempuan lanjut usia (lansia) ditemukan tewas dengan luka parah setelah diduga tertemper Kereta Api (KA) Sangkuriang yang melintas.

Insiden nahas itu terjadi di jalur rel yang melintasi Lingkungan Bojongsari RT 004 RW 04. Korban yang kemudian diketahui berinisial B.E., seorang perempuan berusia 66 tahun, merupakan warga Lingkungan Langen, Kelurahan Muktisari, Kecamatan Langensari, Kota Banjar. Kesehariannya, almarhumah dikenal sebagai pedagang di sekitar wilayah Muktisari dan seringkali melintasi jalur rel untuk menuju tempat usahanya.

Kejadian berawal dari laporan masinis KA Sangkuriang, yang segera mengabarkan insiden tersebut kepada petugas di Stasiun Banjar. Informasi tersebut kemudian diteruskan kepada petugas Polisi Khusus Kereta Api (Polsuska) dan petugas keamanan Stasiun Langensari, untuk melakukan pengecekan langsung ke lokasi.

Baca Juga:Kecelakaan Maut di Langensari, Pengendara Motor di Bawah Umur TewasKecelakaan Maut di Cipatat, Polisi Ungkap Dugaan Penyebabnya

Saat tiba di Tempat Kejadian Perkara (TKP), petugas mendapati korban sudah dalam kondisi tidak bernyawa dengan luka berat di sekujur tubuh akibat benturan keras dengan kereta api.

Temuan mengerikan itu langsung dilaporkan ke Bhabinkamtibmas setempat. Tak berselang lama, personel Piket Polsek Langensari, Piket Pamapta Polres Banjar, serta Tim Inafis Polres Banjar pun dikerahkan ke lokasi untuk melakukan olah TKP dan pengumpulan barang bukti.

Proses evakuasi korban kemudian dilakukan dengan melibatkan petugas kepolisian dan pihak rumah sakit. Jenazah korban dibawa ke RSUD Kota Banjar untuk menjalani pemeriksaan medis dan visum forensik yang dilakukan oleh dr. Hendrik.

Setelah proses di rumah sakit selesai, jenazah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dibawa pulang ke rumah duka di Lingkungan Langen, Kelurahan Muktisari.

Pihak kepolisian dari Polsek Langensari dan Polres Banjar masih terus melakukan pendalaman kasus ini. Beberapa saksi mata yang berada di sekitar lokasi kejadian telah dimintai keterangan untuk mengungkap kronologi pasti peristiwa tersebut.

Kapolsek Langensari, Kompol Yosua Sori Hamonangan, menegaskan bahwa pihaknya akan meneliti secara mendalam seluruh rangkaian kejadian. Kompol Yosua juga mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati, terutama saat melewati perlintasan kereta api yang tidak memiliki palang pintu otomatis, mengingat jalur tersebut melintasi kawasan pemukiman padat penduduk.

0 Komentar