4. Membantu Memperbaiki Sifat Fisik Tanah
Material vulkanik yang telah mengalami proses pelapukan dapat berkontribusi terhadap struktur tanah.
Tanah vulkanik tertentu memiliki agregat yang relatif stabil serta karakteristik fisik yang mendukung pertumbuhan tanaman. Namun, efeknya sangat bergantung pada jenis abu, ukuran partikel, ketebalan endapan, jenis tanah awal, serta kondisi iklim dan curah hujan.
Karena itu, tidak semua endapan abu vulkanik otomatis membuat tanah menjadi lebih subur.
5. Menjadi Sumber Sulfur dan Mineral Lain
Baca Juga:Sekolah Diliburkan dari Tatap Muka, Ini Daftar Daerah yang Terapkan Pembelajaran Jarak JauhDengar Langsung Suara Peserta, BPJS Kesehatan Tinjau Layanan JKN di RS Paru Rotinsulu
Abu vulkanik juga dapat membawa unsur sulfur dan berbagai mineral lainnya.
USGS menjelaskan bahwa ketika abu bersentuhan dengan air, komponen yang larut dapat terlepas dari material tersebut. Proses ini dalam kondisi tertentu dapat memberikan unsur hara, seperti sulfur, ke tanah dan membantu aktivitas pertanian.
Akan tetapi, proses pelarutan juga perlu diperhatikan karena beberapa abu dapat membawa unsur yang berpotensi merugikan apabila konsentrasinya terlalu tinggi.
6. Mendukung Pertanian dalam Jangka Panjang
Manfaat abu vulkanik terhadap pertanian biasanya lebih terlihat dalam jangka panjang dibandingkan sesaat setelah erupsi.
Contohnya dapat ditemukan di berbagai kawasan vulkanik Indonesia. Penelitian mengenai lahan terdampak erupsi Gunung Kelud pada 2014 menunjukkan bahwa pemulihan lahan pertanian dapat dilakukan dengan mencampurkan abu dengan tanah, kemudian menambahkan bahan organik maupun pupuk dan menerapkan teknik konservasi seperti rorak.
Artinya, abu vulkanik dapat menjadi bagian dari proses pembentukan kembali tanah produktif, tetapi tetap membutuhkan pengelolaan yang tepat.
Mengapa Tanah di Sekitar Gunung Api Bisa Subur?
Kesuburan tanah vulkanik tidak hanya berasal dari abu yang baru saja turun.
Baca Juga:Gunung Cigayung KBB Terbakar, 2.000 Meter Persegi Lahan Dilalap Si Jago merahAbu Vulkanik Diduga Sampai Bandung Barat, Warga Diimbau Pakai Masker
Prosesnya berlangsung secara bertahap. Material vulkanik mengalami pelapukan akibat air, perubahan suhu, aktivitas organisme, dan proses kimia lainnya. Mineral kemudian dilepaskan dan berinteraksi dengan bahan organik serta komponen tanah lainnya.
Dalam waktu yang panjang, proses tersebut dapat menghasilkan tanah dengan karakteristik yang mendukung pertumbuhan tanaman.
USGS menyebut proses pelapukan batuan vulkanik selama ribuan hingga jutaan tahun telah menghasilkan sejumlah tanah paling subur di dunia. Bahkan, beberapa wilayah pertanian produktif di dunia, termasuk kawasan penghasil padi di Indonesia, berada di sekitar gunung api.
