Karena itu, kemampuan berpikir kritis menjadi salah satu bekal penting yang harus dimiliki generasi muda. Siswa tidak cukup hanya mengetahui cara menggunakan teknologi, tetapi juga harus memahami kapan teknologi tersebut aman digunakan dan kapan sebuah informasi perlu dipertanyakan kebenarannya.
Edukasi tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem digital yang lebih sehat di lingkungan sekolah melalui sinergi antara kepolisian dan dunia pendidikan.
“Kami berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran serta kecakapan digital para pelajar secara berkelanjutan. Generasi muda harus mampu menjadi pengguna teknologi yang kritis, produktif, dan siap menghadapi tantangan era digital,” katanya.
Baca Juga:Aktivis Muda KAHMI Hendriyanto Attan Dianugerahi Gelar Kanjeng Raden Haryo dari Keraton SurakartaAZA Hadirkan Persebaya Player Issue Jersey untuk Super League, Material Super Ringan 100 Persen Buatan Indones
Dengan menyasar lebih dari 1.000 pelajar, Polres Tasikmalaya berupaya menanamkan satu pesan penting: AI boleh semakin pintar, tetapi penggunanya jangan sampai kehilangan sikap kritis. (Hen)
