Sujana juga menilai penghentian sementara CFD oleh Pemkot Bandung dapat dipahami sebagai langkah korektif. Namun, penghentian tersebut seharusnya diikuti evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola program.
Jangan sampai, kata dia, pemerintah hanya memperbaiki dokumen untuk kemudian kembali menjalankan program tanpa menyelesaikan akar persoalan.
“Yang penting bukan sekadar CFD dibuka kembali. Tetapi ketika dibuka kembali, dasar hukumnya sudah jelas, mekanisme pembiayaannya jelas, dan siapa yang bertanggung jawab juga jelas,” katanya.
Baca Juga:Dapur SPPG Bojonggambir Meledak, Tiga Orang Alami Luka BakarShopeePay Dukung Adopsi QRIS Nasional, Hadirkan Pasti Cashback Saldo hingga Rp100.000 untuk Pengguna
Lebih jauh, Sujana mendorong Pemkot Bandung melakukan evaluasi internal terhadap pola belanja serupa di perangkat daerah lainnya. Sebab, apabila persoalan muncul akibat lemahnya proses perencanaan dan pengendalian internal, maka pembenahan tidak boleh berhenti pada satu kegiatan.
“Kalau ini memang persoalan sistem, harus dilihat apakah pola yang sama terjadi di program lain. Jangan sampai satu kasus selesai, tetapi persoalan tata kelolanya masih berlangsung,” ujarnya.
Ia juga meminta DPRD Kota Bandung ikut menjalankan fungsi pengawasan terhadap penggunaan APBD, terutama terhadap program yang memiliki nilai anggaran cukup besar.
Menurutnya, lembaga legislatif perlu memastikan setiap anggaran yang disetujui benar-benar memiliki dasar hukum dan desain pelaksanaan yang jelas.
“DPRD juga harus bertanya. Ketika anggaran itu dibahas, dasar hukum dan mekanisme penggunaannya seperti apa. Fungsi pengawasan jangan hanya dilakukan setelah ada temuan BPK,” katanya.
Sujana menambahkan, temuan BPK semestinya menjadi momentum bagi Pemkot Bandung untuk memperkuat sistem pengendalian internal dan memastikan kejadian serupa tidak kembali terjadi.
“Jangan sampai temuan BPK hanya menjadi persoalan administratif yang selesai setelah ada pengembalian atau perbaikan dokumen. Yang lebih penting adalah memperbaiki sistem supaya ke depan tidak terulang,” pungkasnya. (Dam)
