Harga Kepokmas di Pasar Tradisional Bandung kian Meroket, Pedagang: Cabai Rawit kini Tembus Rp80 Ribu!

Dok. Salah seorang pedagang di pasar Kosambi Kota Bandung saat menjajakan dagangannya. Kamis, (3/9). Foto. San
Dok. Salah seorang pedagang di pasar Kosambi Kota Bandung saat menjajakan dagangannya. Kamis, (3/9). Foto. Sandi Nugraha.
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Harga Kebutuhan Pokok Masyarakat atau Kepokmas di sejumlah Pasar Tradisional salah satunya Kosambi Kota Bandung, dikabarkan terus meroket.

Berdasarkan penuturan salah seorang pedagang Eli (65) menyebut untuk harga Kepokmas seperti cabai rawit merah, buncis, hingga jagung manis, kini kondisinya semakin meningkat.

“Yang naik sekarang teh cengek (cabai) rawit merah, dari Rp60 ribu sekarang Rp80 ribu (per kilogram). Terus buncis, dari Rp15 Ribu sekarang Rp30 Ribu. Terus jagung manis, dari Rp12 Ribu sekarang Rp18 Ribu. Selada bokor juga dari Rp14 Ribu, sekarang Rp20 Ribu,” katanya saat ditemui di Pasar Kosambi, Kota Bandung, Kamis, (3/9).

Baca Juga:Tembus 10 Juta Views! “Kasih Aba-Aba 2.0” Naykilla & Tenxi Viral di Shopee 9.9Jateng Matangkan Persiapan Menyambut 2.833 Kafilah MTQ Nasional XXXI

Sementara menurut Kepala Bidang (Kabid) Distribusi dan Perdagangan Pengawasan Kemetrologian Disdagin Kota Bandung, Meiwan Kartiwa, menjelaskan terdapat beberapa faktor yang menyebabkan meroketnya harga sejumlah komoditas tersebut.

Salah satu faktor yang menonjol, Meiwan menyebut dikarenakan akibat kondisi cuaca tak menentu. “Memang kalau melihat kondisi sekarang cuaca memang lagi kurang menentu, sehingga mengakibatkan terjadinya kenaikan lebih kepada volatile food yang harganya bergejolak. Memang itu tidak bisa dipisahkan juga dengan faktor non teknisnya seperti alam,” katanya saat dikonfirmasi.

Meski begitu, Meiwan mengaku bahwa pihaknya akan terus berupaya melakukan pengendalian harga terhadap komoditas yang diprediksi akan meroket.

“Kita dari dinas akan terus melakukan monitoring. Dan yang pasti adalah kita bagaimana menjaga agar ketersediaannya tetap terjaga. Itu yang paling diutamakan. Jadi biar nantinya masyarakat pun tidak sampai bingung mencarinya,” pungkasnya.

0 Komentar