JABAR EKSPRES – Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Bandung, mengaku akan terus memastikan ketersediaan Kebutuhan Pokok Masyarakat atau Kepokmas di pasar tetap terjamin.
Hal ini diungkapkan langsung Kepala Bidang (Kabid) Distribusi dan Perdagangan Pengawasan Kemetrologian Disdagin Kota Bandung, Meiwan Kartiwa saat dikonfirmasi, Kamis (3/9/2026).
“Kalau hasil ngobrol dengan para pedagang (di Pasar), insyaallah sih kalau ketersediaan mah tidak akan sampai terjadi kelangkaan,” ucapnya.
Baca Juga:Harga Kepokmas di Pasar Tradisional Bandung kian Meroket, Pedagang: Cabai Rawit kini Tembus Rp80 Ribu!Pastikan Ketersediaan Terjamin, Satgas Pengendalian Harga dan Mutu Beras Sidak Pasar Tradisional di Bandung
Untuk memastikan hal tersebut kedepannya tetap terjaga, Meiwan mengaku Disdagin akan terus melakukan monitoring ke seluruh pasar khususnya tradisional yang ada di wilayah Kota Bandung.
Selain itu untuk mengantisipasi terjadinya kelangkaan, Meiwan juga mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk membeli kebutuhan pokok sewajarnya.
“Kami mengimbau kepada masyarakat untuk berbelanja sesuai dengan kebutuhan saja, tidak sampai terjadi apa istilahnya panic buying. Karena kalau sampai terjadi panic buying, justru itu akan lebih mengganggu kepada faktor ketersediaan atau stok yang ada,” imbuhnya
Diberitakan sebelumnya, harga Kebutuhan Pokok Masyarakat atau Kepokmas di sejumlah Pasar Tradisional salah satunya Kosambi Kota Bandung, terus mengalami kenaikan signifikan.
Berdasarkan penuturan salah seorang pedagang Eli (65) menyebut, untuk harga Kepokmas seperti cabai rawit merah, buncis, hingga jagung manis, kini kondisinya semakin meningkat.
“Yang naik sekarang teh cengek (cabai) rawit merah, dari Rp60 ribu sekarang Rp80 ribu (per kilogram). Terus buncis, dari Rp15 Ribu sekarang Rp30 Ribu. Terus jagung manis, dari Rp12 Ribu sekarang Rp18 Ribu. Selada bokor juga dari Rp14 Ribu, sekarang Rp20 Ribu,” katanya saat ditemui di Pasar Kosambi, Kota Bandung, Kamis. (San)
