JABAR EKSPRES – Kota Bandung bukan hanya ramai ketika destinasi wisata dipadati pengunjung. Arus mobilitas menuju Kota Bandung sepanjang 2026 ternyata juga ditopang beragam kepentingan, mulai dari bisnis, pekerjaan, pendidikan hingga urusan keluarga.
Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Bandung mencatat sekitar 12 juta travelers Kota Bandung telah melakukan perjalanan menuju wilayah tersebut sepanjang semester pertama 2026.
Angka itu menunjukkan betapa tingginya mobilitas Kota Bandung. Namun, jumlah tersebut tidak bisa serta-merta disebut sebagai angka kunjungan wisatawan.
Baca Juga:Jateng Matangkan Persiapan Menyambut 2.833 Kafilah MTQ Nasional XXXIDari Kesehatan hingga Pengentasan Kemiskinan, Inilah Program Pemprov Jateng yang Berdampak ke Warga
Kepala Disbudpar Kota Bandung Adi Junjunan Mustafa menjelaskan, angka 12 juta tersebut menggunakan pendekatan travelers atau jumlah perjalanan. Cakupannya lebih luas dibandingkan penghitungan wisatawan dalam indikator teknokratik pemerintah.
“Kalau jumlah perjalanan sekarang itu sudah mainnya ke travelers, ke jumlah perjalanan. Itu sudah sampai angka 12 jutaan,” ujar Adi, Selasa (1/9/2026).
Konsep travelers Kota Bandung memungkinkan setiap perjalanan masuk ke dalam perhitungan, tanpa melihat tujuan utamanya.
Artinya, seseorang yang datang ke Bandung untuk menghadiri urusan pekerjaan, melakukan perjalanan bisnis, mengurus pendidikan anak, hingga menemui anggota keluarga tetap tercatat sebagai bagian dari mobilitas tersebut.
“Travelers itu mereka yang bepergian. Bisa perjalanan bisnis, bisa perjalanan mungkin ada dinas dari kantor-kantor pemerintahan. Bisa juga orang tua yang sedang mencari anaknya untuk sekolah. Pokoknya berbagai kemungkinan dia melakukan perjalanan,” jelasnya.
Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa mobilitas Kota Bandung memiliki wajah yang jauh lebih beragam dibandingkan sekadar aktivitas pariwisata.
Kota Bandung menjadi ruang pertemuan berbagai kepentingan masyarakat, sekaligus pusat aktivitas ekonomi, pendidikan dan pekerjaan.
Baca Juga:Mengenal Indriyani Rachman, Ph.D.: Merajut Pengetahuan Lingkungan dan Kesiapsiagaan BencanaTitik Sadrah Jadi Konser Terakhir for Revenge? Boniex dan Chimot Buka Suara
Bahkan, jumlah perjalanan tersebut terlihat lebih tinggi dibandingkan target teknokratik wisatawan Kota Bandung yang ditetapkan pemerintah daerah. Untuk 2026, target kunjungan wisatawan berada di kisaran 9,6 juta perjalanan.
Meski begitu, Adi menegaskan bahwa angka wisatawan dan travelers tidak bisa disamakan. Wisatawan lebih berkaitan dengan perjalanan menuju objek atau aktivitas wisata. Sementara travelers mencakup seluruh orang yang melakukan perjalanan ke Kota Bandung.
Dengan kata lain, tingginya arus perjalanan ke Kota Bandung tidak otomatis berarti seluruhnya datang untuk berwisata.
