Bukan Hanya Destinasi Wisata, Wisawatan ke Bandung Dipicu Bisnis hingga Urusan Keluarga

Warga berjalan di kawasan Jalan Braga, Kota Bandung, Selasa (1/9/2026). Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota
Warga berjalan di kawasan Jalan Braga, Kota Bandung, Selasa (1/9/2026). Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung mencatat sekitar 12 juta perjalanan wisawatan selama semester pertama 2026 untuk keperluan wisata, bisnis, pekerjaan, pendidikan, dan keluarga, yang turut menggerakkan perekonomian daerah melalui aktivitas belanja selama berada di Bandung. Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
0 Komentar

Berdasarkan Data Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2025 juga memperlihatkan pola mobilitas yang cukup tinggi. Dalam satu tahun, jumlah perjalanan menuju Kota Bandung tercatat berada di kisaran 25 juta travelers.

Sementara pada enam bulan pertama 2026, jumlahnya sudah mencapai sekitar 12 juta perjalanan.

“Tahun 2025 saja dari BPS menyebutkan 25 jutaan. Kalau 2026 selama satu semester 12 jutaan. Jadi memang kelihatannya stabil di angka 25 juta travelers,” kata Adi.

Baca Juga:Jateng Matangkan Persiapan Menyambut 2.833 Kafilah MTQ Nasional XXXIDari Kesehatan hingga Pengentasan Kemiskinan, Inilah Program Pemprov Jateng yang Berdampak ke Warga

Menariknya, tingginya mobilitas masyarakat ke Bandung tetap memberikan dampak terhadap aktivitas ekonomi daerah, meski sebagian travelers tidak datang dengan tujuan wisata.

Sebab, setiap perjalanan berpotensi menciptakan pengeluaran selama berada di Kota Bandung. Mulai dari kebutuhan makan, transportasi, akomodasi hingga berbagai kebutuhan lainnya.

“Mereka tetap spending money di Bandung. Kemudian mungkin juga ada yang menginap di hotel di Bandung dan lain-lain,” ujar Adi.

Artinya, aktivitas ekonomi Kota Bandung tidak hanya bergantung pada wisatawan yang datang ke destinasi wisata. Perjalanan bisnis, pekerjaan, pendidikan maupun kepentingan keluarga juga berpotensi menggerakkan sektor ekonomi kota.

Untuk mendapatkan gambaran yang lebih menyeluruh, Disbudpar Kota Bandung akan melakukan konsolidasi data perjalanan. Data tersebut akan dihimpun dari berbagai moda transportasi yang menjadi jalur masuk masyarakat ke Bandung.

Kereta api, kendaraan yang melewati pintu tol hingga bus menjadi sejumlah sumber data yang akan dikonsolidasikan. Dari sana, pemerintah dapat melihat lebih jelas pola pergerakan travelers menuju Kota Bandung.

Penghitungan konvensional sebelumnya menargetkan hampir 10 juta wisatawan pada 2026. Namun, ketika menggunakan perspektif travelers, jumlah perjalanan ternyata jauh lebih besar.

Baca Juga:Mengenal Indriyani Rachman, Ph.D.: Merajut Pengetahuan Lingkungan dan Kesiapsiagaan BencanaTitik Sadrah Jadi Konser Terakhir for Revenge? Boniex dan Chimot Buka Suara

“Angka yang dihitung dari perjalanan yang klasik seperti kereta api, lewat pintu tol, pakai bus, itu kita targetnya di angka hampir 10 jutaan tahun ini. Kita wisatawan. Tapi ternyata kalau travelers jauh lebih banyak,” kata Adi menutup. (Mong

Laman:

1 2
0 Komentar