Tim futsal MTsN Kota Cimahi Sukses Meraih Juara II POSMAD 2026 tingkat Provinsi Jawa Barat

Tim futsal MTsN Kota Cimahi berfoto bersama usai meraih Juara II POSMAD 2026 tingkat Provinsi Jawa Barat. (Sum
Tim futsal MTsN Kota Cimahi berfoto bersama usai meraih Juara II POSMAD 2026 tingkat Provinsi Jawa Barat. (Sumber: MtsN Kota Cimahi)
0 Komentar

Rubaitun mengatakan sekolah memiliki komitmen untuk mengembangkan potensi peserta didik, baik dalam bidang akademik, olahraga maupun seni.

“Sekolah dari awal berkomitmen mengembangkan setiap potensi anak, baik olahraga, seni maupun bidang lainnya. Kami selalu berusaha memfasilitasi perkembangan potensi mereka dan mendukung kegiatan-kegiatan yang positif,” katanya.

Komitmen itu salah satunya diwujudkan melalui kegiatan ekstrakurikuler. Bahkan, mulai tahun ini, MTsN Kota Cimahi membuka kelas atlet untuk memberikan ruang lebih besar bagi siswa yang memiliki bakat olahraga.

Baca Juga:Cegah Polisi Main Judol, Propam Polres Tasikmalaya Mendadak Periksa HP Seluruh PersonelRp86 Miliar Digelontorkan untuk Irigasi Tasikmalaya, Naik 3 Kali Lipat dari Tahun Lalu

Sebelumnya, sekolah juga telah memiliki kelas tahfiz dan kelas akademik bagi siswa dengan potensi di bidang masing-masing.

“Tahun ini kami baru menerapkan kelas atlet. Sebelumnya ada kelas tahfiz dan kelas akademik. Sekarang kami memberikan ruang bagi siswa yang memiliki potensi di bidang olahraga,” ujar Rubaitun.

Menurutnya, keberadaan kelas atlet diharapkan membuat potensi siswa tidak berhenti setelah mereka masuk madrasah. Mereka tetap dapat berlatih, berkembang dan memperoleh kesempatan mengikuti berbagai kompetisi.

Sekolah juga memberikan dispensasi bagi siswa yang harus mengikuti pertandingan atau kegiatan olahraga di luar sekolah. Kebijakan itu menjadi bagian dari upaya menjaga keseimbangan antara prestasi akademik dan nonakademik.

“Jangan sampai ketika mereka masuk MTsN justru potensinya tidak berkembang. Tujuan pendidikan memang untuk mengembangkan potensi masing-masing anak, karena setiap anak memiliki potensi yang berbeda,” katanya.

Dengan jumlah siswa yang mencapai sekitar seribu orang, Rubaitun menyadari setiap anak memiliki kemampuan yang beragam. Ada yang menonjol di olahraga tertentu, ada pula yang memiliki kemampuan di bidang seni maupun akademik.

“Ada yang potensinya di olahraga, tetapi olahraga pun berbeda-beda. Ada yang memiliki potensi di sepak bola, ada yang badminton dan bidang lainnya. Kami berusaha, dengan kemampuan dan anggaran yang ada, memaksimalkan potensi siswa-siswi MTsN,” tandas Rubaitun. (Mong)

0 Komentar