Sementara itu, Kepala MTsN Kota Cimahi, Rubaitun mengaku bangga melihat perjuangan para siswanya. Di tengah persaingan yang kompetitif, para pemain mampu menunjukkan semangat dan keberanian sejak pertandingan pertama.
“Anak-anak kita mungkin secara fisik tidak selalu berada pada posisi yang sama dengan lawan. Tetapi itu tidak menjadi penghalang bagi mereka untuk tetap percaya diri dan berjuang,” kata Rubaitun.
Namun, perbedaan tersebut tidak membuat para pemain kehilangan keberanian. Rubaitun bahkan mengikuti langsung perjalanan tim sejak pertandingan pertama menghadapi perwakilan Sukabumi.
Baca Juga:Cegah Polisi Main Judol, Propam Polres Tasikmalaya Mendadak Periksa HP Seluruh PersonelRp86 Miliar Digelontorkan untuk Irigasi Tasikmalaya, Naik 3 Kali Lipat dari Tahun Lalu
Ia mengaku sempat merasa khawatir melihat ketatnya persaingan dalam sejumlah pertandingan.
“Alhamdulillah anak-anak tidak gentar. Mereka tetap beretika. Itu yang utama. Walaupun ingin menang, mereka tetap harus menjaga etika,” ujarnya.
Bagi Rubaitun, sikap sportif menjadi bagian penting dari prestasi yang diraih para siswa. Kemenangan memang menjadi target, tetapi karakter pemain tetap harus dijaga.
“Bangga melihat mereka bermain dengan sportif. Mereka tetap berjuang untuk menang, tetapi tidak meninggalkan etika,” katanya.
Dari sejumlah cabang yang diikuti MTsN Kota Cimahi, tim futsal menjadi salah satu yang mampu melaju paling jauh. Cabang badminton dan tenis meja harus terhenti sebelum mencapai babak akhir.
Sementara tim futsal terus melangkah hingga partai final. Rubaitun mengaku menyaksikan langsung perjuangan tim tersebut dalam beberapa pertandingan.
“Ini sesuatu yang tidak disangka. Ada beberapa mata lomba yang diikuti. Badminton dan tenis meja juga ikut, tetapi berhenti sampai babak seperdelapan final. Sementara futsal terus kami tunggu dan kami ikuti,” tuturnya.
Baca Juga:Tiga Ruas Jalan Rampung, Bupati Cecep: Mudah-mudahan Tak Ada Lagi Mobil TerperosokKapolres Tasikmalaya Ajak Personel Teladani Akhlak Rasulullah dalam Melayani Masyarakat
Ketika berhasil memastikan tiket final, harapan untuk menjadi juara pertama semakin terbuka. Namun, hasil akhir menempatkan MTsN Kota Cimahi sebagai juara II tingkat Provinsi Jawa Barat.
“Alhamdulillah bisa masuk final. Tinggal mencari juara satu, tetapi mungkin belum ada kesempatan. Akhirnya kami mendapat juara dua. Pokoknya salut dengan perjuangan anak-anak,” ujar Rubaitun.
Bagi MTsN Kota Cimahi, prestasi tersebut bukan sekadar soal piala. Sekolah ingin memastikan setiap potensi siswa mendapatkan ruang untuk berkembang, termasuk di bidang olahraga.
