Indra mengatakan CHI yang dipimpin Direktur LPK, Gerinata Ginting memiliki peluang besar untuk berkembang, terlebih dengan kepemimpinan yang masih relatif muda.
Melihat potensi tersebut, Wyndham sebagai perusahaan yang berbasis di Amerika Serikat memandang perlu memberikan dukungan terhadap pengembangan institusi pendidikan yang fokus menyiapkan tenaga kerja di bidang perhotelan.
“Karena kita sama-sama tahu bahwa tenaga siap pakai yang paling cepat untuk langsung kerja adalah di perhotelan. Nah, untuk mempersiapkan itu makanya kita langsung bekerja sama, menggandeng,” tuturnya.
Baca Juga:Leuwikeris Jadi Etalase Wisata dan UMKM Tasikmalaya di Jambore Nasional Overlanding Indonesia 2026Eduwisata Dikembangkan di Kebun Raya Bogor, Pengunjung Belajar soal Tumbuhan
Indra menjelaskan, kerja sama tersebut tidak sekadar membangun hubungan antara industri dan lembaga pendidikan. Lebih jauh, mahasiswa perlu dibekali pemahaman mengenai karakteristik hotel berbintang, mulai dari produk hingga standar kerja yang akan mereka temui ketika memasuki industri.
Kesiapan tersebut dinilai penting agar mahasiswa tidak mengalami kesenjangan ketika harus menjalani masa pelatihan di lingkungan kerja yang sebenarnya.
“Jadi pada saat mereka mendapatkan masa pelatihan selama 6 bulan di industri, mereka sudah tidak kaget lagi,” bebernya.
Berpeluang Langsung Diserap Industri
Indra menerangkan, program tersebut diharapkan tidak berhenti pada pemberian fasilitas maupun pelatihan. Wyndham juga membuka peluang agar lulusan yang dinilai memenuhi kebutuhan industri dapat langsung diserap untuk bekerja.
Dukungan itu sekaligus menjadi bagian dari upaya memperpendek jarak antara pendidikan vokasi dengan kebutuhan tenaga kerja di sektor perhotelan.
“Kalau kita bisa, tadi sudah ada student langsung, kita bisa bantu serap langsung. Jadi Budak Cimahi going to Jakarta,” pungkasnya. (Mong)
