Proyek Infrastruktur Serentak Bikin Cimahi Padat, Kemacetan Cimahi Jadi Sorotan

Wakil Wali Kota Cimahi, Adhitia Yudhistira saat menjelaskan soal kemacetan yang melanda sejumlah ruas Kota Cim
Wakil Wali Kota Cimahi, Adhitia Yudhistira saat menjelaskan soal kemacetan yang melanda sejumlah ruas Kota Cimahi di tengah proyek Underpass Gatot Subroto dan perbaikan Jembatan Raden Demang Harjakusumah. (Doc. Humas Pemkot Cimahi)
0 Komentar

Menurut Adhitia, Pemkot Cimahi berupaya mengatur tahapan pekerjaan agar tidak seluruh ruas jalan terdampak harus ditutup dalam waktu bersamaan.

Ruas Jalan Gatot Subroto, kata dia, diupayakan tetap dapat dilalui kendaraan meskipun dengan keterbatasan lajur. Skema tersebut akan dipertahankan sampai kondisi pembangunan mengharuskan adanya penutupan penuh.

Adhitia menegaskan, kemacetan yang terjadi menjadi indikator bahwa rekayasa lalu lintas yang sebelumnya telah disiapkan masih perlu disempurnakan berdasarkan kondisi nyata di lapangan.

Baca Juga:Pemkab Tasikmalaya Usulkan Rp400 Miliar untuk Menuntaskan SOR MangunrejaFathir Hadiyyan Faturrohman, Siswa SDN 5 Manonjaya Raih Juara 3 Senam Artistik O2SN Tingkat Nasional

Karakteristik Cimahi sebagai kota perlintasan sekaligus bagian dari kawasan aglomerasi membuat gangguan pada satu ruas jalan dapat memberikan efek berantai terhadap lalu lintas di ruas lainnya.

“Karena itu, penanganannya membutuhkan koordinasi dan respons yang cepat. Kota Cimahi ini kota perlintasan. Ketika ada penutupan ruas jalan, dampaknya bisa luar biasa,” katanya.

Persoalan lalu lintas tersebut tidak hanya berkaitan dengan proyek Underpass Gatot Subroto dan perbaikan Jembatan Raden Demang Harjakusumah.

Pemkot Cimahi juga terus mendorong penyelesaian persoalan perlintasan sebidang, termasuk pembangunan Flyover Pusdikpom yang merupakan program Kementerian Perhubungan.

Pemerintah, kata Adhitia akan melakukan koordinasi lebih lanjut dengan pemerintah pusat untuk memperoleh kepastian mengenai kelanjutan pembangunan tersebut.

Ia juga menegaskan, pembangunan berbagai infrastruktur tersebut pada dasarnya diarahkan untuk meningkatkan keselamatan, konektivitas, dan kualitas mobilitas masyarakat.

Namun, pemerintah menyadari bahwa manfaat pembangunan baru dapat dirasakan dalam jangka panjang. Sebaliknya, selama proses pengerjaan berlangsung, masyarakat harus menghadapi konsekuensi berupa perubahan arus lalu lintas, penyempitan lajur hingga potensi kemacetan.

Baca Juga:Polres Tasikmalaya dan Pokja Jurnalis Perkuat Kemitraan, Bersama Jaga KamtibmasPoliteknik Al Islam Bandung Gelar Webinar Nasional: Solusi Atasi 'Brainrot' Siswa dan 'Burnout' Guru BK

Karena itu, Pemerintah Kota Cimahi berkomitmen untuk terus melakukan pengawasan dan evaluasi terhadap rekayasa lalu lintas, memperkuat pengaturan di lapangan, mempercepat pekerjaan konstruksi, serta memperkuat koordinasi dengan pemerintah provinsi, pemerintah pusat, TNI, Polri, dan pihak pelaksana pembangunan.

Adhitia turut mengatakan perubahan rekayasa lalu lintas dilakukan setelah pemerintah bersama Satlantas Polres Cimahi dan Dinas Perhubungan Kota Cimahi mengevaluasi kondisi lalu lintas secara langsung di lapangan.

“Kami haturkan beribu-ribu maaf atas kejadian macet yang terjadi. Hari ini saya coba cek bagaimana caranya supaya ada solusi untuk warga Cimahi agar tidak terjadi kemacetan yang begitu parah seperti kemarin,” ujar Adhitia menutup. (Mong)

0 Komentar