Cimahi Dikepung Kemacetan, Mobilitas Warga Terdampak Imbas Perbaikan Underpass hingga Jembatan

Petugas Dishub saat Sedang Mengatur Kemacetan yang melanda sejumlah ruas Kota Cimahi akibat proyek Underpass G
Petugas Dishub saat Sedang Mengatur Kemacetan yang melanda sejumlah ruas Kota Cimahi akibat proyek Underpass Gatot Subroto, perbaikan jembatan, dan pembangunan Flyover Pusdikpom. (Doc. Diskominfo Kota Cimahi)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Kepadatan lalu lintas melanda sejumlah ruas jalan di Kota Cimahi dalam beberapa hari terakhir. Kondisi tersebut terjadi di tengah pelaksanaan sejumlah proyek infrastruktur yang berlangsung secara bersamaan, termasuk pembangunan Underpass Gatot Subroto dan perbaikan Jembatan Raden Demang Harjakusumah.

Situasi paling terasa pada jam sibuk ketika volume kendaraan meningkat. Waktu tempuh masyarakat menjadi lebih panjang, sementara perjalanan menuju tempat kerja maupun sekolah ikut terdampak. Pengguna jalan juga harus menghadapi kepadatan di sejumlah ruas yang menjadi jalur alternatif akibat rekayasa lalu lintas.

Pemerintah Kota Cimahi menyebut persoalan tersebut menjadi perhatian dan bahan evaluasi, mengingat sejumlah pekerjaan infrastruktur saat ini berlangsung dalam waktu yang berdekatan.

Baca Juga:Semarak Kemerdekaan 2026, Pangdam III/Siliwangi Dorong Penguatan Kemanunggalan TNI dan RakyatBongkar Kasus Penipuan Online, 12 Orang Tersangka Berhasil Diciduk Polda Jabar

Selain pembangunan Underpass Gatot Subroto yang merupakan program Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Pemerintah Kota Cimahi juga tengah melakukan perbaikan Jembatan Raden Demang Harjakusumah.

Di sisi lain, pembangunan Flyover Pusdikpom yang merupakan program pemerintah pusat turut menjadi bagian dari persoalan infrastruktur perlintasan di wilayah Cimahi yang masih perlu dituntaskan.

Wali Kota Cimahi Ngatiyana menjelaskan, perbaikan Jembatan Raden Demang Harjakusumah dilakukan lantaran kondisi jembatan mengalami penurunan dan membutuhkan penanganan segera.

Langkah tersebut menurutnya dinilai penting untuk mencegah kerusakan yang lebih besar sekaligus mengantisipasi potensi risiko terhadap keselamatan pengguna jalan.

“Perbaikan ini harus dilakukan agar tidak terjadi kerusakan, bencana, atau hal-hal yang nantinya dapat membahayakan dan memakan korban,” kata Ngatiyana, Senin (24/8/26).

Di tengah kepadatan yang terjadi, Pemkot Cimahi juga telah mengevaluasi skema rekayasa lalu lintas di sekitar Underpass Sriwijaya. Salah satu langkah yang diterapkan yakni sistem contraflow atau pengaturan arus kendaraan menjadi dua arah pada ruas tertentu.

“Salah satu langkah yang telah dilakukan adalah mengevaluasi rekayasa lalu lintas di sekitar Underpass Sriwijaya dengan memberlakukan sistem contraflow atau dua arah,” bebernya.

Baca Juga:Hadirkan Rasa Tenang, Sumarjo Fokus Jalani Pengobatan Stroke Berkat JKNMoxy Bandung Hadirkan Promo Stay Longer Feel Better, Liburan Makin Nyaman dengan Benefit Eksklusif

Pemerintah Kota Cimahi, lanjut Ngatiyana, akan memastikan kepadatan lalu lintas yang muncul selama pekerjaan infrastruktur berlangsung tidak diabaikan.

Evaluasi terhadap rekayasa lalu lintas dilakukan sebagai upaya mengurangi dampak yang dirasakan masyarakat, terutama pada waktu-waktu dengan volume kendaraan tinggi.

0 Komentar