Bandara Husein Aktif, Pengamat: Jangan Cuma Seremonial

Bandara Husein Sastranegara
Petugas Avsec melakukan patroli di pintu keberangkatan dan kedatangan domestik Bandara Husein Sastranegara, Kota Bandung, Jumat (17/1/2026). (DOK/JABAR EKSPRES)
0 Komentar

Event seperti Bandung Great Sale perlu dipromosikan lebih agresif. Namun yang lebih mendasar adalah keamanan dan kenyamanan. “Infrastruktur kita tahu, Bandung di saat malam hari sudah tidak aman. Jalannya gelap. Itu harus ditingkatkan supaya malam Bandung aman. Kemudian juga ramah buat para pendatang. Itu yang paling penting. Saya belum melihat ada hal yang signifikan ke sana,” sebutnya.

Acuviarta menuntut Bandung benar-benar menjadi kota yang ramah wisatawan. “Jangan ada aksi begal dan sebagainya. Ini hal semacam itu yang paling penting dalam ekosistem ekonomi kota,” katanya. Sinergi dengan Pemprov Jawa Barat soal penataan trotoar dinilai bagus, tetapi jauh dari cukup.

SDM Aparatur Masih Jauh dari Harapan

Menyoal kemampuan sumber daya manusia pejabat Pemkot, Acuviarta tidak ragu menyatakan pesimistis. “Kalau saya melihat belum. Ekosistem sumber daya manusianya masih sangat terbatas. Masih jauh dari harapan. Ini tergantung wali kotanya bagaimana menerapkan target dan kebijakan yang tepat sasaran,” sarannya.

Baca Juga:Final Soekarno Cup, Talenta Muda Tunjukkan Semangat Gotong Royong untuk Korban Gempa NTTBPJS Ketenagakerjaan Ajak Pekerja Manfaatkan Keringanan Iuran 50 Persen JKK dan JKM

Dia mengkritik banyaknya kegiatan seremonial yang tidak substantif. “Saya lihat banyak acara-acara seremonial Pemkot yang tidak substantif. Saya berharap ada inovasi, ada gebrakan. Saya belum melihat pejabat-pejabat Kota Bandung memiliki giat yang inovatif selain rutinitas dan seremonial,” sebutnya lagi.

Solusinya, menurut dia, terletak pada kepemimpinan wali kota. “Bagaimana wali kota mendorong kinerja kepala OPD lebih efektif. Bahkan menurut saya harus ada evaluasi secara berkala untuk kepala OPD. Saya melihat tidak ada evaluasi terkait kinerja dinas-dinas, badan-badan. Tidak bisa seperti itu kalau ingin mencapai sesuatu yang baik,” rincinya.

Pertumbuhan Belum Inklusif, Industri Kecil Terancam

Meski pertumbuhan ekonomi Kota Bandung relatif membaik, Acuviarta mengingatkan bahwa angka pertumbuhan saja tidak menjamin kesejahteraan. “Persoalannya kita bukan hanya butuh peningkatan. Kita butuh perbaikan kemerataan. Rasio ketimpangan masih cukup tinggi, jumlah penduduk miskin masih tinggi, pengangguran juga masih tinggi. Pertumbuhan tidak menjamin peningkatan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Yang dibutuhkan adalah pertumbuhan berkualitas dan inklusif: penyerapan tenaga kerja optimal, penurunan kemiskinan, dan pelayanan publik yang lebih baik. “Saya tidak puas hanya pertumbuhan yang cukup tinggi. Kita butuh inklusivitas. Bukan hanya growth, tapi dinikmati seluruh masyarakat dengan mengurangi ketimpangan,” paparnya.

0 Komentar