“Paralegal namanya, kalau beliau mengingatkan kembali mengenai peran dan fungsi kader. Jadi harus bagaimana pemahamannya. Tadi karena baru-baru semua, sempat ada pertanyaan sejarah Partai Demokrat. Saya menerangkan karena saya pelaku dari awal, saya sudah terlibat di Partai Demokrat, jadi saya memberikan sedikit sejarah supaya mereka lebih kenal,” ujar dia.
ABS mengatakan pelaksanaan pendidikan politik tersebut akan menjadi bahan evaluasi untuk menentukan materi pada kegiatan berikutnya. Pembekalan kader, kata dia, diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi berlanjut secara berkesinambungan.
“Jadi nanti nyambung tidak terputus,” tukasnya. (Mong)
