“Teknologi Tandem OLED memastikan dokumen hukum, grafik finansial, maupun teks presentasi tetap tajam dan terbaca sempurna meski terkena pantulan cahaya. Ini bukan sekadar peningkatan kecerahan, melainkan lompatan industri. Usia pakai panel jauh lebih panjang dan risiko burn-in yang sering menghantui OLED konvensional berkurang drastis,” kata Eric.
Dengan bobot hanya 1,1 kg, ExpertBook Ultra dibungkus sasis premium yang memenuhi standar militer US MIL-STD 810H. Daya tahannya teruji hingga mampu menahan tekanan 100 kg. “Bukan untuk pamer. Ketahanan terhadap tekanan tinggi sangat berguna saat laptop berada di dalam tas yang padat dokumen. Banyak kerusakan justru terjadi karena tekanan, bukan karena jatuh atau terinjak,” tegas Eric.
Keamanan menjadi aspek yang lebih krusial. Melalui sistem ASUS ExpertGuardian bersertifikasi NIST Level-4, data dilindungi enkripsi berlapis di level perangkat keras. Bahkan jika SSD dilepas dan dipasang ke perangkat lain, data tetap tidak bisa diakses pihak tak berwenang. “Laptop secara fisik bisa saja hilang atau dicuri. Namun data di dalam ExpertBook Ultra tetap aman,” ujarnya.
Baca Juga:BNNP Jabar Bongkar Peredaran 5 Kg Sabu di Depok, WNA Iran Jadi DPOMomentum Kemerdekaan di Bandung Zoo, PDI Perjuangan Jabar Perkuat Komitmen Hadir untuk Rakyat
Kombinasi layar Tandem OLED tercerah di kelasnya, keamanan kelas militer, serta kekuatan AI 50 TOPS menjadikan ASUS ExpertBook Ultra lebih dari sekadar laptop berspesifikasi tinggi. Perangkat ini menetapkan standar baru tentang bagaimana sebuah komputer bisnis premium seharusnya bekerja, terutama di era agentic dan on-device AI. Bagi perusahaan yang mencari laptop bisnis terbaik yang paling siap menghadapi masa depan, ASUS ExpertBook Ultra hadir sebagai pilihan yang sulit ditandingi. (bbs)
