Gedung SMPN 14 Cimahi dari Tiga Lantai Jadi Dua, Disdik Ungkap Alasan Perubahan Desain

Disdik Cimahi menjelaskan perubahan desain SMPN 14, pagu perencanaan Rp541 juta, serta lelang proyek fisik Rp4
Disdik Cimahi menjelaskan perubahan desain SMPN 14, pagu perencanaan Rp541 juta, serta lelang proyek fisik Rp4,8 miliar. (Mong)
0 Komentar

Persoalan lainnya ialah perubahan desain gedung dari tiga lantai menjadi dua lantai. Penyesuaian tersebut berpotensi memengaruhi kapasitas ruang kelas yang dapat dibangun.

Padahal, pembangunan SMPN 14 Cimahi sebelumnya diharapkan dapat membantu mengatasi keterbatasan rombongan belajar saat penerimaan peserta didik baru (PPDB), khususnya untuk memenuhi kebutuhan pendidikan dasar di wilayah Kelurahan Padasuka.

Karena itu, kapasitas akhir gedung setelah desain diubah menjadi dua lantai menjadi hal penting untuk diketahui publik. Termasuk berapa jumlah ruang kelas baru yang akan tersedia dan sejauh mana kapasitas tersebut mampu memenuhi kebutuhan siswa dalam beberapa tahun mendatang.

Baca Juga:Semarak HUT RI ke-81, Kebun Raya Bogor Gelar Lomba 17-an hingga Parade Onthel Hari Jadi ke-81 Jateng: Ekonomi Makin Gemilang, Angka Kemiskinan Terus Berkurang

Selain soal desain dan anggaran perencanaan, Disdik juga menjelaskan proses pemilihan penyedia untuk pembangunan fisik gedung SMPN 14 Cimahi dengan nilai sekitar Rp4,8 miliar.

Menurut Reni, proses pemilihan dilakukan melalui mekanisme mini kompetisi pada Katalog Elektronik. Mekanisme tersebut disebut mengacu pada Peraturan Presiden Nomor 46 Tahun 2025 serta Keputusan Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) Nomor 93 Tahun 2025.

Dalam proses tersebut, evaluasi dilakukan secara bertahap dengan mengacu pada peringkat harga penawaran yang dibentuk oleh sistem Katalog Elektronik.

CV Naga Mas Jaya kemudian ditetapkan sebagai penyedia setelah sejumlah peserta yang berada di peringkat harga lebih rendah dinyatakan tidak memenuhi persyaratan.

Disdik membantah penetapan tersebut dilakukan berdasarkan pertimbangan subjektif. Reni mengatakan, keputusan untuk menggugurkan peserta harus didasarkan pada persyaratan yang telah ditetapkan dalam dokumen mini kompetisi.

“Dimana 6 penyedia dengan urutan penawaran teratas dinyatakan tidak memenuhi persyaratan karena terdapat kekurangan pada aspek administrasi maupun teknis,” kata Reni.

Penjelasan tersebut menjadi penting karena CV Naga Mas Jaya disebut berada di peringkat ketujuh berdasarkan urutan penawaran harga. Enam penyedia yang menawarkan harga lebih rendah dinyatakan gugur dalam tahapan evaluasi.

Baca Juga:Kunjungi Kontingen Kwarda Jateng di Jamnas XII, Ahmad Luthfi: Pramuka Mencetak Calon Pemimpin Masa DepanTP Jazz Management dan Kota Baru Parahyangan Hadirkan Ruang Baru Bagi Musik, Budaya, dan Komunitas

Meski demikian, alasan yang disampaikan Disdik mengenai gugurnya enam peserta tersebut masih bersifat umum, yakni berkaitan dengan aspek administrasi dan teknis. Rincian hasil evaluasi terhadap masing-masing peserta menjadi informasi yang relevan untuk melihat bagaimana proses kompetisi tersebut berlangsung.

0 Komentar