Ono juga mengingatkan bahwa tantangan bangsa saat ini tidak kalah besar dibandingkan dengan tantangan yang dihadapi para pendiri bangsa. Persoalan ekonomi, ketimpangan sosial, ketahanan pangan, kedaulatan sumber daya alam hingga tantangan generasi muda membutuhkan keberpihakan politik yang jelas.
Dalam konteks tersebut, ia menilai kader PDI Perjuangan harus hadir sebagai bagian dari solusi dan tidak boleh berjarak dengan rakyat. “Kalau kita bicara Bung Karno, maka kita bicara tentang keberpihakan kepada rakyat kecil, kepada kaum Marhaen. Karena itu kader partai harus turun, harus mendengar dan harus bekerja bersama rakyat,” tegas Ono.
Ia mengatakan, semangat Marhaenisme yang menempatkan rakyat sebagai subjek perjuangan harus diterjemahkan dalam kerja politik sehari-hari. Kader tidak cukup hanya hadir ketika momentum politik datang, tetapi harus konsisten berada di tengah masyarakat dan memperjuangkan kebutuhan rakyat. Ono menambahkan, semangat gotong royong juga harus terus diperkuat sebagai karakter utama perjuangan politik PDI Perjuangan.
Baca Juga:Maraknya begal di Bandung, Tarung Derajat siap bersinergi dengan PemkotRamadan Maulana Hattrick, Banteng Jabar Taklukkan Jatim 4-1
Menurutnya, gotong royong bukan hanya slogan, melainkan cara membangun kekuatan bersama untuk menyelesaikan berbagai persoalan masyarakat. “Kita tidak boleh kehilangan semangat gotong royong. Kekuatan partai ada bersama rakyat. Karena itu, kader harus terus membangun hubungan yang dekat dengan masyarakat dan bekerja bersama-sama menyelesaikan persoalan yang ada,” ujarnya.
Ia berharap momentum ziarah tersebut dapat semakin memperkuat soliditas jajaran pengurus dan kader PDI Perjuangan Jawa Barat. Lebih dari itu, ziarah ke makam Bung Karno diharapkan menjadi ruang refleksi agar setiap kader kembali mengingat bahwa perjuangan politik memiliki tujuan besar, yakni mewujudkan cita-cita Proklamasi dan menghadirkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Ono pun mengajak seluruh kader untuk tidak pernah lelah menjaga api perjuangan Bung Karno. “Jangan hanya kita kenang Bung Karno, tetapi kita harus meneruskan perjuangannya. Api perjuangan itu harus terus menyala dari generasi ke generasi. PDI Perjuangan harus tetap menjadi partai yang bersama rakyat, memperjuangkan rakyat dan bekerja untuk rakyat,” pungkasnya. (bbs)
