“Jeriken ini milik para nelayan yang mengisi bahan bakar. Nelayan belum memiliki SPBU khusus hingga memanfaatkan SPBU satu-satunya di kawasan ini untuk kebutuhan bahan bakar,” jelasnya.
Selain nelayan, terdapat pula jeriken milik pedagang bensin eceran. Mereka membeli BBM untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah pelosok yang jauh dari SPBU.
“Mayoritas itu jeriken nelayan. Ada juga yang milik penjual eceran. Dari pelosok Cipatujah bahkan ada dari Bojonggambir yang membeli untuk pasokan bensin di daerah yang tidak ada SPBU,” ungkap Supian.
Baca Juga:Kemarau Makin Mengering, Petugas Kembali Salurkan 12.000 Liter Air Bersih ke Dua Desa di TasikmalayaBiarkan Hati Bicara Makin Bikin Penasaran, Kisah Cinta Arina dan Dua Saudara Penuh Konflik
Dengan demikian, polisi memastikan antrean jeriken yang terlihat dalam video tidak berkaitan dengan praktik penimbunan BBM.
“Jadi kalau narasi ada penimbunan itu dipastikan tidak benar,” tegas Supian. (Hendi)
