Hadapi Puncak Kekeringan dan Karhutla, Pemkab Bandung Perkuat Kesiapsiagaan

Hadapi Puncak Kekeringan dan Karhutla, Pemkab Bandung Perkuat Kesiapsiagaan
Hadapi Puncak Kekeringan dan Karhutla, Pemkab Bandung Perkuat Kesiapsiagaan. Foto Diskominfo
0 Komentar

Warga Diminta Hemat Air

Kesiapsiagaan menghadapi musim kering juga dilakukan dengan mengantisipasi potensi berkurangnya ketersediaan air. Dadang mengatakan Pemkab Bandung telah menyiapkan surat instruksi kepada masyarakat agar menghemat penggunaan air.

Instruksi tersebut dikeluarkan setelah pemerintah mendapatkan informasi dari BMKG mengenai potensi puncak kekeringan yang diperkirakan terjadi pada Oktober hingga November 2026.

“Untuk air juga kita sudah buatkan surat instruksi untuk masyarakat hemat air karena kondisi kekeringan ini kita tidak bisa diprediksi berdasarkan data dan juga informasi dari BMKG bahwa kekeringan ini akan mencapai puncaknya di bulan Oktober-November,” jelasnya.

Baca Juga:Viral Ibu Muda Ngamuk di SPBU Cipatujah, Polisi Ungkap Fakta di Balik Antrean Jeriken BBMKemarau Makin Mengering, Petugas Kembali Salurkan 12.000 Liter Air Bersih ke Dua Desa di Tasikmalaya

Dadang berharap imbauan tersebut tidak sekadar menjadi kebijakan pemerintah, tetapi juga dapat membangun kesadaran masyarakat untuk mempersiapkan diri menghadapi kondisi kekeringan.

“Mudah-mudahan dengan surat instruksi ini adalah salah satu upaya pemerintah untuk memberikan kesadaran dan memberikan edukasi dan pemahaman. Kesiapsiagaan ini perlu dibantu dan ada kekompakan dari semuanya,” ujarnya.

Sudah Ada Tiga Kejadian Kebakaran

Di tengah upaya memperkuat kesiapsiagaan, Dadang mengungkapkan sudah terdapat tiga kejadian kebakaran yang dilaporkan sejak bulan sebelumnya.

Setiap laporan, kata dia, langsung ditindaklanjuti petugas pemadam kebakaran dan penyelamatan. Karena itu, kekompakan serta kesiapan personel menjadi bagian penting dalam menghadapi kondisi tersebut.

“Setiap ada laporan dari bulan kemarin itu kan ada tiga kejadian yang tentunya Damkar dan penyelamatan teknis harus kompak,” katanya.

Dadang juga menyoroti kebutuhan sarana dan prasarana penanganan kebakaran. Dalam apel tersebut, ia melihat masih terdapat kendaraan yang perlu diperbarui untuk menunjang kesiapan petugas di lapangan.

Pemkab Bandung pun akan berupaya memenuhi kebutuhan peralatan tersebut tanpa harus menunggu perubahan APBD.

Baca Juga:Biarkan Hati Bicara Makin Bikin Penasaran, Kisah Cinta Arina dan Dua Saudara Penuh KonflikRoad To Ulang Tahun ke- 25, Electronic City Buka Gerai Baru di Kiara Artha Park Bandung

“Kita akan upayakan baik melalui BNPB pusat, baik dari BPBD provinsi, sehingga tidak menunggu perubahan APBD perubahan dulu, tetapi kita melakukan action untuk penyediaan dan kelengkapan alat-alat untuk mempersiapkan kondisi kesiapsiagaan,” pungkas Dadang.

Laman:

1 2
0 Komentar