JABAR EKSPRES – Ribuan pencari kerja memadati Miko Mall, Kota Bandung, pada Kamis (30/7/2026), untuk mengikuti Bandung Utama: Job Fair Future Connect 2026 yang diselenggarakan Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Bandung.
Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 08.00 hingga 16.00 WIB ini menyediakan 3.019 lowongan pekerjaan dari lebih dari 30 perusahaan bagi lulusan SMP, SMA/SMK, Diploma, S1 hingga S2.
Sejak pagi, antrean pencari kerja terlihat mengular di area registrasi. Para peserta datang dengan membawa berkas lamaran dan memanfaatkan kesempatan untuk bertemu langsung dengan perusahaan-perusahaan yang membuka rekrutmen.
Baca Juga:Menhan Sjafrie di Yonif TP 939/Macan Putih: Prajurit TNI Harus Dekat dengan Rakyat dan Siap Jaga NKRIPemkab Tasikmalaya Genjot Program Bedah Rumah, Target 1.740 Unit Rampung pada 2026
Selain proses rekrutmen, kegiatan ini juga menghadirkan coaching clinic ketenagakerjaan, pelatihan berbasis kompetensi, hingga layanan konsultasi penyusunan curriculum vitae (CV) dan persiapan wawancara kerja guna meningkatkan daya saing para pelamar.
Disnaker Kota Bandung menyelenggarakan job fair dengan konsep yang lebih dekat kepada masyarakat. Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya yang hanya digelar dua kali dalam setahun, kini bursa kerja direncanakan hadir hampir setiap bulan di berbagai wilayah Kota Bandung agar akses masyarakat terhadap informasi lowongan pekerjaan semakin luas.
Melalui aplikasi NEW BIMMA, peserta juga dapat melakukan registrasi, memilih lowongan sesuai kompetensi, hingga memanfaatkan fitur job matching yang mempertemukan profil pelamar dengan kebutuhan perusahaan. Disnaker mencatat lebih dari 500 warga Kota Bandung telah berhasil memperoleh pekerjaan melalui rangkaian job fair yang diselenggarakan sepanjang tahun ini.
Sejumlah pencari kerja mengaku antusias dengan penyelenggaraan job fair tersebut.
Salah seorang pencari kerja, Rizky (24), mengatakan kegiatan ini memberikan peluang lebih besar karena perusahaan yang hadir cukup beragam.
“Saya melamar di beberapa perusahaan sekaligus. Semoga dengan bertemu langsung pihak HRD peluang diterima lebih besar dibanding hanya mengirim lamaran secara online,” ujarnya.
Sementara itu, Siti Nurjanah (22) yang baru lulus perguruan tinggi mengaku terbantu dengan adanya coaching clinic sebelum mengikuti proses rekrutmen.
“Tadi saya dapat masukan untuk memperbaiki CV dan cara menjawab pertanyaan saat wawancara. Sangat bermanfaat, terutama bagi fresh graduate seperti saya,” katanya.
Hal senada disampaikan Andri (27) yang telah beberapa bulan mencari pekerjaan.
