Era AI Datang, AP2TPI Tegaskan Psikologi Tak Boleh Kehilangan Nilai Kemanusiaan

AP2TPI
KONFERENSI: Akademisi, pimpinan perguruan tinggi, dan psikolog dari berbagai daerah mengikuti Kolokium Khusus XXXII AP2TPI di Bandung. (Dok. AP2TPI)
0 Komentar

Forum ilmiah itu juga menghadirkan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI, Prof. Brian Yuliarto, yang membahas kontribusi pendidikan tinggi psikologi dalam menghadapi era Generative AI.

Sementara itu, akademisi internasional Prof. James W. Pennebaker memaparkan perkembangan ilmu psikologi global, termasuk arah riset dan pemanfaatan teknologi dalam ilmu perilaku.

Selain membahas perkembangan teknologi, kolokium menghasilkan berbagai pembahasan strategis mengenai penyempurnaan kurikulum pendidikan psikologi jenjang sarjana hingga doktor, evaluasi Pendidikan Profesi Psikolog, Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL), penguatan akreditasi, hingga pengembangan laboratorium pendidikan.

Baca Juga:Laba Meningkat, Aset BPR LPM Tembus Rp113 MiliarDPRD Soroti Wacana Pengisian Jabatan Strategis oleh Pejabat Luar Daerah

Sehari sebelum kolokium utama, peserta juga mengikuti tujuh workshop yang membahas standar laboratorium psikologi, implementasi AI dalam pembelajaran, pengembangan psikometri, akreditasi program studi, hingga pendekatan terapi seperti Gottman Method Couples Therapy dan Rational Emotive Behavior Therapy (REBT).

Kolokium yang digelar melalui kolaborasi 14 perguruan tinggi penyelenggara pendidikan psikologi di Jawa Barat itu diharapkan melahirkan rekomendasi nasional bagi transformasi pendidikan psikologi Indonesia.

Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, pesan yang mengemuka dalam forum tersebut tetap sama: kecerdasan buatan dapat mempercepat pekerjaan manusia, tetapi empati, pertimbangan etik, dan tanggung jawab profesional tetap menjadi fondasi utama profesi psikolog.

0 Komentar