Rani menambahkan, permintaan terbesar saat ini berasal dari Vietnam dengan volume lebih dari 10 ton. Selain mengekspor biji kopi, Java Halu juga mengirim kulit kopi ke Jepang untuk diolah menjadi teh dan minuman kesehatan.
“Fokus Java Halu bukan mengejar kuantitas semata, melainkan menjaga kualitas agar mampu memenuhi standar ekspor,” katanya.
Strategi itu, lanjut dia, turut berdampak pada meningkatnya harga beli buah kopi dari petani menjadi Rp20.000 hingga Rp26.000 per kilogram, naik dibanding tahun sebelumnya yang berkisar Rp18.000 per kilogram.
Baca Juga:Golkar Cianjur Tegaskan Komitmen Kawal Pemerintahan Wahyu-Ramzi16.869 Jiwa di Tasikmalaya Mulai Kesulitan Air Bersih, BPBD Siapkan Distribusi 100 Ribu Liter Air
“Dalam satu musim panen kami mampu membeli hasil panen petani sekitar Rp3,25 miliar. Strategi kami mencari pasar terlebih dahulu sebelum memproduksi, sehingga saat panen selesai seluruh hasil sudah memiliki pembeli,” pungkasnya. (Wit)
