JABAR EKSPRES – Hari pertama masuk sekolah biasanya identik dengan tas baru yang berisi buku tulis dan alat belajar. Namun, pemandangan berbeda terlihat di SMP Negeri 18 Kota Bogor, Rabu (15/7/2027).
Ratusan siswa baru datang membawa berbagai jenis tanaman, mulai dari bunga sepatu, pohon soka hingga pohon bulu ayam. Tanaman-tanaman itu nantinya akan ditanam di lingkungan sekolah sebagai bagian dari rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).
Bagi Asna (13), tanaman menjadi barang yang tak kalah penting untuk dipersiapkan dibanding perlengkapan sekolah lainnya. Sejak sore sehari sebelum MPLS dimulai, ia sudah memastikan bunga sepatu yang menjadi tugas kelompoknya siap dibawa ke sekolah.
Baca Juga:Dipulangkan karena Kenakalan, 8 Siswa SMP di Tasikmalaya Menolak Pindah SekolahPemkab Tasikmalaya Siap Dukung Sekolah Alam Hayati, DPUTRLH Buka Peluang Kolaborasi hingga Pendanaan
“Dari kemarin sore sudah disiapin pohonnya, udah heboh pokoknya,” ujar Asna di SMPN 18 Kota Bogor, Rabu (15/7/2026).
Berbeda dengan perlengkapan sekolah yang disiapkan untuk diri sendiri, pembelian tanaman dilakukan untuk kepentingan kelompok.
Asna lebih dulu membeli tanaman bunga sepatu lengkap dengan pupuk dan pot menggunakan uang pribadinya, sementara biaya pembelian nantinya diganti melalui iuran teman-teman satu kelompok.
“Aku minta anterin keluarga buat beli pohonnya. Nanti digantiin uangnya sama teman, totalnya itu Rp45 ribuan terus dibagi 5 deh. Kalau jenis tanamannya dipilihin sama OSIS, terus tinggal beli aja,” katanya.
Rumah Asna yang berada tak jauh dari sekolah membuatnya memilih berjalan kaki. Namun, membawa tanaman bersamaan dengan tas dan perlengkapan MPLS menjadi pengalaman baru baginya.
“Kaget aja, soalnya banyak bawaannya. Tapi seneng kok, bisa bawa tanaman, aku juga jadi tahu ada banyak jenis tanaman,” ucapnya.
Cerita serupa dialami Adelia (13). Bersama empat teman kelompoknya, ia patungan untuk membeli satu pohon soka lengkap dengan pot dan pupuk.
Baca Juga:KNPI Kabupaten Tasikmalaya Tancap Gas, Digitalisasi UMKM dan Penciptaan Wirausaha Muda Jadi PrioritasBawa Nama Polda Jabar, Anggota Satlantas Polres Tasikmalaya Briptu Dhiva Persembahkan Emas Kapolri Cup 2026
Masing-masing anggota kelompok menyumbang Rp11 ribu. Sementara proses pembelian tanaman diwakilkan kepada salah satu anggota kelompok.
“Aku sama teman berlima patungan. Aku bayar Rp11 ribu. Terus yang belinya teman aku, jadi aku enggak ikut pas belinya,” kata Adelia.
Adelia mengaku tidak keberatan dengan tugas membawa tanaman secara berkelompok pada hari pertama sekolah. Menurutnya, kegiatan tersebut justru menjadi pengalaman baru sekaligus mengajarkan kepedulian terhadap lingkungan.
