Ia memperkirakan, dengan skema pinjaman miliaran rupiah, koperasi harus menyiapkan dana puluhan juta rupiah setiap bulan untuk memenuhi kewajiban angsuran.
Karena itu, Diki berharap pelaksanaan program KDMP dapat disesuaikan dengan kondisi masing-masing desa. Pendekatan yang mempertimbangkan kesiapan usaha, lanjut dia, akan membuat koperasi tumbuh lebih sehat dan berkelanjutan dibanding dipaksakan mengejar pembangunan fisik.
“Setiap desa memiliki kondisi yang berbeda. Program ini akan berhasil apabila pembangunan kelembagaan dan usahanya berjalan seimbang, bukan hanya fokus pada pembangunan fasilitas,” pungkasnya. (Wit)
