“Kalau pekerjaan aman, Alhamdulillah. Dari segi dapur, sekolah penerima manfaat maupun posyandu enggak ada masalah. Program selalu bisa didistribusikan dengan baik,” tegasnya.
Ia juga membantah anggapan bahwa korban mengalami tekanan akibat pekerjaannya sebagai Kepala SPPG.
Menurutnya, setiap kali ditanya dalam rapat maupun secara pribadi, SF selalu mengatakan tidak memiliki persoalan.
Baca Juga:Kapan MBG Mulai Beroperasi Lagi Setelah Libur Sekolah 2026? Simak JadwalnyaPaguyuban Relawan MBG Kota Banjar Audiensi ke Wali Kota, Sampaikan Sembilan Tuntutan
“Kalau rapat juga ditanya ada masalah pribadi atau masalah dapur, jawabnya ‘enggak ada’. Jadi saya enggak bisa mendalami sejauh itu,” katanya.
Fajri mengaku hingga kini belum mengetahui penyebab pasti korban nekat mengakhiri hidupnya. Ia bahkan mendatangi rumah duka dan ikut memandikan jenazah sambil mencoba mencari tahu kondisi yang dialami SF dari pihak keluarga.
“Saya datang, malah ikut ngemandiin. Saya coba sekalian menanya-nanya ada apa. Tapi belum ada jawaban yang benar-benar meyakinkan. Kalau isu-isu mah banyak, tapi saya enggak mau memastikan. Yang jelas kerja di dapur aman, Alhamdulillah,” ujarnya.
Akibat meninggalnya SF, operasional SPPG Rancamulya 02 untuk sementara dihentikan atas arahan BGN sambil menunggu penunjukan kepala SPPG yang baru.
“Kalau sekarang off dulu sementara karena kepala SPPG belum ada pengganti. Approval pencairan dana harus dari kepala SPPG, jadi kami menunggu penggantinya,” katanya.
Saat ini, SPPG Rancamulya 02 melayani sekitar 2.625 penerima manfaat yang terdiri atas enam sekolah dari jenjang TK, SD hingga SMP serta tiga posyandu, dengan melibatkan 47 relawan.
Sebelumnya, Kapolsek Regol Kompol Megawati Triyani membenarkan adanya penemuan seorang pria meninggal dunia dalam kondisi tergantung di lantai 12 Gedung Kings Shopping Center pada Minggu pagi.
Baca Juga:Pertanian Dipercepat, Mentan Siapkan Tambahan Anggaran untuk Perluas Program PetaniIndonesia Bidik Peluang Bisnis Penerbangan ASEAN-China Lewat Penguatan Konektivitas Udara
Polisi menemukan sejumlah barang bukti, di antaranya telepon genggam, sandal, KTP, dan sepucuk surat tulisan tangan berisi permohonan maaf kepada keluarga.
Hingga kini, kepolisian masih menyelidiki penyebab pasti korban mengakhiri hidupnya, termasuk mendalami berbagai informasi mengenai latar belakang korban.
