Viral Dugaan Aksi Keributan di Taman Maluku, Polrestabes Bandung lakukan proses Penyelidikan 

Viral Dugaan Aksi Keributan di Taman Maluku, Polrestabes Bandung lakukan proses Penyelidikan 
Viral Dugaan Aksi Keributan di Taman Maluku, Polrestabes Bandung lakukan proses Penyelidikan 
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Dugaan adanya aksi keributan di kawasan Taman Maluku, Kota Bandung, viral di media sosial. Berdasarkan unggahan video yang beredar, dugaan aku keributan tersebut terjadi pada Sabtu, 4 Juli 2026 kemarin.

Bahkan menurut narasi dalam video yang diterangkan, seorang remaja mengalami luka bacok dan langsung dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.

Menanggapi adanya dugaan insiden di Taman Maluku tersebut, Polrestabes Bandung melalui satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) menyebut bahwa jajaranya kini tengah melakukan serangkaian proses penyelidikan.

“Masih diselidiki (kejadiannya),” ujar Kasatreskrim Polrestabes Bandung AKBP Anton, Selasa, (7/7).

Baca Juga:Peralihan dari Sarimukti ke Legoknangka Berpotensi Tambah Beban Operasional Persampahan di CimahiResmikan Bank Kain Kafan Gratis di Rumah Aspirasi, Fathi: Bantu Masyarakat yang Kesulitan

Selain itu, Anton menyebut jajaranya juga kini tengah melakukan proses pengejaran kepada para terduga pelaku. Para petugas yang diturunkan, Anton menuturkan saat ini telah bergerak untuk menangkap serta mengamankan para terduga pelaku tersebut.

“Masih dalam (proses) pengejaran,” imbuhnya.

Sementara itu, dalam potongan video tersebut yang dilihat, menunjukkan adanya sekelompok orang dengan menggunakan sepeda motor melintas di kawasan Taman Maluku, Kota Bandung sambil mengacungkan benda yang diduga senjata tajam.

Bahkan pada akhir video yang beredar, tampak ada salah satu remaja di kawasan tersebut mengaku bagian tubuhnya telah terkena bacok.

“Ieu aing dibacok ku saha? (Ini saya dibacok sama siapa),” ucap salah seorang remaja dalam video tersebut.

Remaja tersebut pun, menurut narasi dan kabar uang beredar lansung dibawa ke rumah sakit untuk segera mendapatkan perawatan medis.

0 Komentar