DLH Cimahi Tertibkan Sistem Retribusi dan Pengangkutan Sampah Berbasis Volume

Salah Satu Titik Penumpukan Sampah di Kota Cimahi (mong)
Salah Satu Titik Penumpukan Sampah di Kota Cimahi (mong)
0 Komentar

“Kemudian pada hari Jumat pelayanan dialihkan ke wilayah tengah, dan pada hari Sabtu menyasar wilayah utara. Jadi sudah ada jadwal-jadwalnya, kita lakukan jadwal baru dan juga pengawasan yang cukup ketat untuk melakukan hari organik hari anorganik,” sambungnya.

Dia mengatakan, saat ini sampah organik tetap diangkut. Sementara sampah yang tidak dipilah tidak akan diangkut. DLH juga akan mengirimkan surat pemberitahuan kepada RW yang tidak menjalankan pemilahan sampah.

“Jadi semuanya kita angkut yang organiknya dan kalau tidak dipilah, ya kita tidak angkut. Dan langsung sorenya juga kita akan berikan surat pemberitahuan ke RW. Kenapa? Kemarin tuh ada enam atau tujuh RW yang tidak memilah sampah, kami tidak angkut. Tapi kalau RW yang bagus, kita layani,” tegasnya.

Baca Juga:Kekeringan Kembali Terjang Nanggung Bogor, 512 Warga Terdampak Krisis Air BersihPolres Tasikmalaya Turun Tangan Percantik Alun-Alun Singaparna, Gaungkan Semangat Indonesia Asri

DLH Cimahi pun telah melakukan clean up ke sejumlah titik yang ada dan langsung melakukan pembuatan komitmen dari wilayah tersebut untuk menjaga, sehingga tidak terjadi penumpukan kembali.

Petugas DLH juga ikut mendampingi wilayah yang telah dibersihkan, agar tidak kembali menjadi titik penumpukan sampah.

“Kita juga ikut berbagi karena kalau hanya ditangani oleh DLH tidak bisa, kita semuanya harus bertanggung jawab terhadap sampah itu dan tumpukan liar” bebernya.

Setelah titik-titik sampah dibersihkan, RW dan RT juga diminta menandatangani komitmen bersama dengan disaksikan pihak kelurahan agar lokasi yang sudah ditangani tidak kembali menjadi tempat penumpukan sampah.

Chanifah menegaskan, evaluasi akan terus dilakukan agar sampah terpilah bisa benar-benar diterapkan. Menurut dia, sampah yang tercampur akan membuat biaya operasional pengolahan menjadi lebih mahal.

“Kami sekarang melakukan evaluasi secara berkelanjutan dengan harapan sampah terpilah bisa benar-benar kita wujudkan. Apabila sampah tercampur menyebabkan biaya operasional untuk pengolahan di hulu dan tengah menjadi mahal juga” tutup Chanifah. (Mong)

0 Komentar